=======
Shilla terbangun jam 9 malam karna perutnya sangat lapar. Dia
melihat Iphonenya dan ternyata ada 2 pesan yang menarik perhatiannya.
“Raka? Tumben banget Raka ngesms gue” batin Shilla.
From Raka ;
Hai
Shill... Apa kabar?
“Tenang Shilla, lo ga boleh kepedean
dulu, Shill. Inget, dulu Raka ninggalin lo demi cewe lain.” Dan batin Shilla
mulai berdebat.
To Raka ;
Baik
ko
Tak lama kemudian, Shillapun
mendapat balasan dari Raka.
From Raka ;
Loh,
belum tidur, Shill? Lagi ngapain emang?
“Lo harus biasa aja Shillaaaa”
ujar Shilla.
To Raka ;
Belum,
tadi kebangun soalnya lapar. Udah ya, mau makan dulu bye
Niatnya mau makan jadi batal
gara-gara Raka terus-menerus mengajaknya chat.
From Raka ;
Oh
gitu, yaudah makan dulu aja, ntar kalau udah selesai aku chat lagi ya, makan
yang banyak ya Shill biar sehat({})
“Duh Raka, lo tuh maunya apa sih?
Lo datang dan pergi gitu aja di hidup gue. Gue tau lo baik, tapi kalau cara lo
ke gue kaya gini, gue jadi ga yakin lo emang baik, Rakaa..” batin Shilla.
“Udah deh gausah dibales. Bodo
amat lah. Entar kalau kesepian juga ngechat lagi ke gue. Oh iya, ni cowo rese
juga ngapain chat gue?”
Dan saat membuka pesan dari
Cakka, Shilla jadi semakin tidak suka sama Cakka. Ditambah lagi sikap Cakka
yang sok deket sama dia.
@CakkaNRG ; Yaudah, jangan lupa
makan ya dan jangan tidur kemalemanJ
“Ah gausah dibales deh bodo amat”
Shillapun memilih untuk tidur lagi. Melanjutkan mimpinya yang tertunda.
========
“Gue kangen lo, Shill” batin
seseorang.
“Kayanya gue harus coba deh
hubungin dia. Udah lama juga gue ga chat sama dia.”
Lelaki ini pun langsung mencari
kontak yang dituju dan segera mengirim pesan pada orang tersebut.
To Shilla;
Hai
Shill... Apa kabar?
“Gue harap lo masih mau bales
chat gue, Shill” Harapnya.
From Shilla ;
Baik
ko
“Dan lo cuek lagi, Shill sama
gue. Sabar Raka, lo harus sabar. Kan udah sifat bawaan dia kalau dia cuek.”
Batinnya menenangkan
To Shilla ;
Loh,
belum tidur, Shill? Lagi ngapain emang?
From Shilla ;
Belum,
tadi kebangun soalnya lapar. Udah ya, mau makan dulu bye
“Yahhhhh, cueknya kumat” Ujar
Raka.
“Kayanya harus gue baikin terus
deh, biar dia juga ga cuek lagi sama gue. Maafin gue atas kesalahan gue dulu
ya, Shill.” Batin Raka.
From Raka ;
Oh
gitu, yaudah makan dulu aja, ntar kalau udah selesai aku chat lagi ya, makan
yang banyak ya Shill biar sehat({})
“Semangat Rakaaa!” Ucapnya
menyemangati diri sendiri.
Ohiya, btw Raka itu mantannya
Shilla. Mereka putus karna Raka lebih memilih kaka kelas di SMA sebelah. Mereka
pedekatenya lama banget sekitar 7 bulanan tapi sayangnya mereka jadian hanya
sekitar 2 bulan. Tapi hubungannya dengan Shilla sempat sangat buruk karena
Shilla terlanjur sakit hati dan harus menyembuhkan lukanya dulu dan intropeksi.
Namun setelah itu, Shilla menghadapinya dengan dewasa dan tidak saling bermusuhan.
Tapi Raka selalu datang dan pergi sesukanya, sehingga lama-kelamaan Shilla juga
muak sendiri sama Raka.
========
“Lo dari mana aja sih, Kka?
Tumben lo datang paling terakhir?” Tanya Patton bertubi-tubi.
“Tadi gue ketiduran, ohiya,
kayanya gue besok mau putus sama Agni. Agninya juga udah ngeceng lagi cowo
baru.” Jelas Cakka.
“Gue sih gimana lo aja. Asal itu
baik buat lo, ya gue dukung. Tapi kalau itu salah ya gue juga bakal nentang
keputusan lo.” Ujar Debo.
“Yaudahlah kita kan kesini buat
seneng –seneng. Ayo kita mulai balapnya. Apa nih taruhannya?’” Tanya Rizky.
“Yaudah buruan deh. Kaya biasa
aja deh, Ky. Yuu mulai, gue udah gasabar.” Ujar Aldi.
Dan merekapun memulai kegiatan
mereka. Mereka selalu seperti ini setiap malam. Mereka begini karena kurangnya
perhatian dari orang tua mereka, sehingga inilah cara mereka melampiaskan
kekecewaan mereka. Selain lelaki, disini juga banyak ko para gadis cantik yang
nasibnya serupa.
=======
Setelah makan malam, Via memilih
untuk tiduran sambil memainkan ponselnya karena memang belum mengantuk. Ada
satu pesan dari nomor yang tidak ia kenal.
From 082384xxxxxx ;
Hai
ViJ
“Siapa nih, perasaan gue belum
ngasih nomer gue ke temen baru gue deh.” Batin Via.
To 082384xxxxxx ;
Hai
juga, ini siapa ya?
From 082384xxxxxx ;
Alvin.
Lo tau gue ga? Gue temen sekelasnya Ify
To 082384xxxxxx ;
Ohiya
gue tau. Dapet nomer gue darimana?
From 082384xxxxxx ;
Bagus
deh kalau lo tau. Gue dapet dari Ify. Save nomer gue yaJ
To 082384xxxxxx ;
Udah
gue duga. Penting gitu gue save nomer lo?
From 082384xxxxxx ;
Penting
dong. Siapa tau lo kangen sama gue:D
To 082384xxxxxx ;
Idih
ngapain juga gue kangen sama lo
From 082384xxxxxx ;
Pokonya
save nomer gue titik.
To 082384xxxxxx ;
Maksa
banget sih lo. Udah ah gue mau tidur bye!
From 082384xxxxxx ;
Pokonya
save! Terserah mau lo namain apa aja yang penting di save! Yaudah good night cantikJtidur yang nyenyak dan mimpi indah ya({})
“Udah sok kenal, sok deket pula.
Tukang maksa lagi. Dih amit-amit deh. Udah ah mening gue tidur.” Gumam Via.
========
Keesokan harinya di sekolah.....
Hari ini mereka pergi masing-masing karna mereka diantar oleh
papanya. Dan Shillapun sedang malas membawa mobil. Mereka janjian di gerbang
belakang sekolah.
“Lama banget sih tu anak dua,
lumutan nih gue nungguin disini.” Gerutu Shilla.
Tak lama kemudian, Via datang
dengan mobil barunya. Baru saja Shilla mau mengomel, Via sudah bicara lebih
dulu.
“Gausah ngomel. Ini masih pagi
Nona Shilla. Sorry deh kalau gue telat. Papa gue tuh mandinya seabad.” Jelas
Via
“Yayayayaya terserah lo. Ify
mana?”Tanya Shilla dingin.
“Ify kayanya telat, soalnya dia
nganter adiknya dulu katanya. Jadi kita disuruh duluan aja. Entar istirahat
baru ketemu.” Kata Via menjelaskan.
“Oh, yaudah yu ke kelas.” Ajak
Shilla sambil melangkah meninggalkan Via.
“Ah elah, tuh anak cueknya kumat
kan.” Batin Via.
Dengan mood yang udah ancur.
Viapun mengikuti Shilla dari belakang. Shilla sama sekali tidak menengok ke
belakang untuk melihat Via. Shilla malah langsung masuk ke kelasnya.
=======
“Ag, gue mau ngomong.” Ujar
Cakka.
“Oh silahkan. Kebetulan gue juga
ada yang mau dibicarain.” Kata Agni.
“Yaudah, lo dulu deh kalau gitu.
Kayanya lo lebih penting.” Kata Cakka.
“Ini soal hubungan kita, Kka.
Lebih baik kita udahan aja deh. Kita masing-masing aja deh ya.” Jelas Agni
datar.
Tanpa Cakka duga. Agnilah yang
mengakhiri hubungannya. Cakkapun hanya bisa menjawab dengan anggukan sambil
berbicara.
“Yaudah kalau itu mau lo. Semoga
lo bahagia ya” Ucap Cakka datar sambil berlalu meninggalkan Agni.
========
Saat Shilla mau memasuki
kelasnya, ada seorang lelaki yang menabraknya dari dalam kelas.
“Eh Sorry gue ga sengaja.” Kata
lelaki tersebut.
Tanpa dijawab, Shilla langsung
masuk begitu saja ke dalam kelas. Lelaki tersebut hanya bisa memandang
kepergian Shilla dari hadapannya.
“Sabarrrrr sabarrrr Kka. Lo pasti
bisa dapetin tuh cewe. Lo harus yakin. Lo pasti bisa.” Batin Cakka
menyemangati.
=========
Di hari kedua sekolah ini, mereka
mendapatkan jadwal pelajaran masing-masing kelas. Dan diluar prediksi, ternyata
kegiatan belajar mengajar langsung dilaksanakan hari itu juga.
Dengan malas merekapun mengikuti
pelajaran. Dannnnn akhirnyaaa!!!! Suara bel menjadi malaikat untuk mereka.
Semua muridpun langsung menghambur keluar untuk mengisi kekosongan perut
mereka. Begitu juga dengan tiga gadis cantik ini.
“Gila ya, kirain gue hari ini
gaakan belajar. Untung aja gue bawa buku kosong. Mana pelajaran hari ini yang
susah lagi.” Gerutu Via.
“Yaudah kali Vi gausah disesali
gitu wkwkwk liat deh Shilla aja biasa ko” Sahut Ify
“Loh ko bawa-bawa gue?” protes
Shilla.
“Si Shilla sih pasti biasa aja.
Dia udah pinter kaya gitu, nah gue?” Jawab Via kesal.
“Udah kali gausah debat kek gitu.
Ayo ah makan, gue laper nih.” Ajak Shilla.
Via dan Ify hanya menganggukan
kepalanya tanda setuju. Sesampainya di kantin, mereka kebagian tempat duduk di
pojok.
“Mau makan apa kalian?” Tanya
Via.
“Gue gamau makan yang berat. Gue
mau chiki sama minum sama lolipop deh.” Jawab Shilla.
“Gue samain sama lo aja Vi.”
Jawab Ify.
“Lo mah kebiasaan, Shill. Hobi
banget makanin lolipop, kalau ga lolipop beng-beng.” Ucap Via sambil
geleng-geleng.
“Bodo ah, yang penting gue suka.”
Kata Shilla sambil memainkan ponselnya.
“Yaudah gue pesenin dulu yaa”
Viapun pergi untuk memesan makanan teman-temannya itu.
=======
“Ag, lo ko malah deket sama Deva?
Emang Cakka ga marah apa?” Tanya Zevana.
“Ga mungkin kali dia marah haha,
gue udah putusin dia ko, so santai aja kali.” Jawab Agni santai.
“Serius lo putusin? Ko lo putusin
sih?” Tanya Zahra.
“Iyalah serius. Gue udah bosen
sama dia. Kalau gue mau balikan tinggal deketin aja lagi, gue yakin dia pasti
mau. Udah putus aja dia tetep baik sama gue ko.” Kata Agni datar.
“Serah lo deh.” Ujar Zahra dan
Zevana barengan.
=======
“Kka, lo seriusan putus sama
Agni?” Tanya Deva
“Iya, dia mutusin gue tadi pagi.”
Jawab Cakka datar.
“Oh bagus deh. Kesempatan gue
buat dapetin Agni makin gede.” Batin Deva.
“Yaudah deh, sabar ya, Kka....
gue duluan.” Ujar Deva sambil menepuk bahu Cakka.
Setelah Deva pergi, Cakka
melanjutkan perjalanannya menuju lapangan. Biasanya saat jam istirahat dia dan
teman-temannya kumpul di samping lapangan karena letaknya yang strategis dan
teduh di bawah pohon yang lumayan besar.
“Busetttt rame banget dahh,
tumben pada ngumpul semua?” Tanya Cakka sambil duduk di tengah-tengah Patton
dan Aldi.
“Lo dateng-dateng main nyempil
aja kek upil Kka.” Protes Aldi.
“Iya nih, udah tau sempit. Ada lo
makin sempit.” Gumam Patton menyetujui ucapan Aldi.
“Berisik banget sih lo pada.
Makan mah makan aja kali. Si cicak mah biarinin aja. Siap-siap aja makanan lo
disikat sama cicak gilaaaa.” Ujar Ozy.
“Udah kek diemmm. Ga konsen gue
makan kalau lo pada masih berisik.” Protes Sion karena acara makannya
terganggu.
“Yaudah makan aja makan. Gue lagi
ga napsu.” Ujar Cakka dingin.
“Tumben lo ga napsu. Biasanya aja
napsu banget.” Kata Debo.
“Lagi pusing gue.” Kata Cakka.
“Pusing kenapa lo? Diputusin Agni
lo?” Tanya Patton bertubi-tubi.
“Iya, gue emang diputusin sama
Agni. Tapi bukan itu yang bikin gue pusing.” Jawab Cakka.
“Lah terus apa yang buat lo
pusing?” Tanya Kiki bingung.
“Bener kata lo, Rik. Dia jutek
banget parah. Bingung gue. Cara kaya gimana lagi coba buat deketin dia? Pesan
gue aja di twitter ga dia bales, padahal udah gue tungguin.” Jawab dan tanya
Cakka frustasi.
“Gue kan udah bilang, kka. Jadi
lo sabar aja, Kka kalau mau dapetin dia. Tapi gue ingetin dari sekarang. Kalau
udah dapet jangan lo sia-siain. Inget, lo dapetin dia susah dan apalagi bikin
dia suka dan sayang sama lo. Kalau sampai lo sakitin dia. Gue bakal marah sama
lo, Kka. Walaupun kaya gitu, dia juga punya sisi rapuh yang kita gatau. Jadi
inget! JANGAN PERNAH LO SAKITIN DIA! APALAGI SAMPAI BIKIN DIA NANGIS!” Jelas
Riko mengingatkan.
“Kok jadi lo yang sewot sih? Lo
suka sama dia?” Tanya Cakka.
“Gue gasuka sama dia. Tapi gue
udah deket sama dia udah lama sebagai tempat cerita. Gue tau rapuhnya dia saat
dia ditinggalin sama Raka walaupun ga dia tunjukin secara terang-terangan. Gue
tau saat dia ada masalah sama Via dan Ify. Dia ga nunjukin sama sekali kalau
hati dia sakit setelah dihianati oleh Raka dan dua sahabat yang paling dia
percaya itu. Dan lo tau? Dia ga dendam sama sekali. Baik sama Raka maupun sama
dua sahabatnya itu. Sekarang kalau Raka ngedeketin atau ngechat dia, sama dia pasti
di respon walaupun seperlunya. Dan lo liat dia sama Via dan Ify deket lagi
malah semakin deket walaupun sebelumnya Via dan Ify menjauhi Shilla. Dia itu
istimewa, Kka. Dia beda dari yang lain. Gue gamau dia disakitin lagi. Itu semua
udah cukup jadi bukti buat gue kalau dia itu cewe yang special dan layak
diperjuangin juga dipertahanin.” Jelas Riko lagi panjang lebar.
Cakka yang mendengar penjelasan
dari Rikopun semakin penasaran dengan sosok gadis cantik itu. “Benar kata Riko,
dia itu unik dan susah buat nyari cewe kaya dia” batin Cakka.
“Oh iya, satu lagi ya ka, dia
dewasa orangnya. Dalam menghadapi apapun dia hadepin dengan pemikiran yang
dewasa dan ga gegabah. Menurut gue, kalau lo mau deketin dia, lo harus rubah
dulu sifat-sifat kekanak-kanakan lo. Soalnya itu semua bikin lo bertolak
belakang sama dia. Dan bakalan jadi masalh di hubungan lo nantinya.” Saran dari
Riko.
Yang
lainpun hanya mengangguk menyetujui semua ucapan Riko. Setelah mendengar
penjelasan tersebut, Cakka segera kembali ke kelas. Yang lainpun hanya
memandangi kepergian Cakka.
======
Setelah
Via datang membawa pesanannya. Shilla langsung memakan chikinya dengan cepat
kilat dan menghabiskan minumnya lalu memakan lolipopnya. Ify dan Via pun hanya
geleng-geleng melihat kelakuan sahabatnya yang satu ini. Walaupun sifatnya
kadang aneh, tapi mereka senang bisa
bersahabat dengan gadis yang satu ini. Bukan karna Shilla cantik ataupun dia
kaya. Via dan Ify beruntung karna sifat Shilla yang sangat unik. Shilla itu ga
pernah kelihatan lemah, dan selalu ceria walaupun hatinya sedang mendung. Dan
Shilla sangat peduli pada orang di sekitarnya walaupun sikap cueknya menutupi
sifat tersebut. Shilla juga pendengar dan pemberi saran yang paling ampuh
layaknya psikologi yang handal bagi siapapun yang meminta pendapatnya. Pokonya
banyak deh sifat Shilla yang bikin Via maupun Ify nyaman bersahabat dengan
Shilla.
“Eh, Fy,
gue mau tanya deh sama lo.” Kata Sivia membuka percakapan diantara mereka.
Sedangkan Shilla hanya menyimak percakapan antara kedua sahabatnya ini.
“Apaan?”
Jawab dan tanya Ify singkat.
“Lo
ngapain ngasih nomer gue ke Alvin? Hah?” Tanya Via lagi dengan emosinya yang
hampir meluap.
“Wushhhhh.........
santai aja kali mbaaaa... dia yang maksa minta nomer lo ke gue. Karna gue
pusing ngedenger dia ngoceh mulu yaudah deh gue kasih aja. Lagian kenapa sih lo
segitunya amet, biasanya aja juga biasa aja kalau ada cowo yang chat lo.” Jawab
Ify santai.
“Masalahnya,
dia itu rese banget Fy.... nyebelin banget malah.” Ujar Sivia dengan kesal.
“Oh gitu
doang. Yaudah lagi itu biasa ajakan. Siapa tau lo jodoh sama dia ahhahha” Tawa
Ifypun meledak.
“Ih
Ifyyyyyy!!!!!!!!! Lo tuh ya.................” Belum Sivia selesai berbicara,
Shilla udah memotong ucapannya.
“Berisik
lo berdua! Mau sampai kapan kalian berdebat hal yang ga penting kaya gitu? Udah
mau bel masuk nih, mending kita balik ke kelas.” Kata Shilla santai dan
langsung beranjak dari tempat duduknya.
Dengan
emosi yang masih tersisa, Viapun pasrah kalau Shilla udah seperti ini. Via dan
Ify pun segera beranjak dari tempat duduknya dan mengekor Shilla.
“Fy, hari
pertama sekolah, apa Shilla gaada cerita gitu?” Tanya Via sambil berbisik.
“Kayanya
sih ada, Vi. Dan gue denger-denger Cakka Cakka itu lagi deketin Shilla. Tapikan
lo tau, Shilla kaya gimana orangnya. Dia gaakan cerita hal yang ga penting.
Kecuali kalau dia udah gabisa ngehadepin masalahnya sendiri, baru deh dia buka
suara.” Jawab Ify panjang lebar.
Sivia
hanya menarik napasnya panjang. Ia juga tahu kalau sahabatnya seperti ini.
“Yaudahlah,
Via. Gausah lo pikirin. Dia bakalan cerita ko kalau misalnya dia butuh buat
ngeluapin emosinya, tapi lo taukan dia itu selalu bisa ngehadepin masalah
seberat apapun sendiri?” Kata Ify.
“Iya gue
tau, gue percaya ko sama dia. Yaudah lo masuk kelas sana, bentar lagi gurunya
masuk tuh.” Suruh Via karna melihat guru pengajar sebentar lagi masuk ke kelas
mereka. Oh iya, Shilla udah masuk ke kelasnya tuh(tega bener ya Shilla-_-).
“Yaudah
ya bye” Ujar mereka barengan.
==========
Di kelas
Shilla.....
“Shill,
Cakka liatin lo terus tuh.” Ujar Angel berbisik pada Shilla.
“Apaan
sih, Ngel. Udah deh, dengerin tuh Pa Duta lagi nerangin. Entar lo ga ngerti.”
Jawab Shilla cuek tanpa mengalihkan perhatiannya dari papan tulis.
“Seriusan,
Shill.... Agni juga dari tadi manggilin dia ga nyahut.”
“Yaampun
ribet banget sih lo. Udah deh gausah ngurusing begituan.” Kata Shilla kesal
karna Angel membuatnya kurang fokus.
“Iya deh
iya Shill, sorry” Ucap Angel pasrah.
Dan
setelah lama bergelut dengan pelajaran. Akhirnya seluruh murid dipersilahkan
pulang karena bel pulangpun sudah berkumandang. Shilla, Via dan Ify janjian di
depan kelas Ify untuk pulang bareng menggunakan kendaraan umum, mereka sengaja
tidak membawa kendaraan pribadi apalagi dijemput oleh supirnya.
==========
“Ngel
tungguuuuu!” Teriak seseorang.
“Ada apa,
Kka?” Jawab Angel pada seseorang yang ternyata Cakka itu.
“Gue mau
minta bantuan lo.”
“Bantuan
gue? Buat?” tanya Angel bingung.
“Iya
bantuan lo. Buat bikin gue deket sama Shilla.” Jawab Cakka malu-malu.
“Tapi lo
kan udah punya Agni. Jangan bilang lo mau selingkuh dari Agni karna Agni juga
deket sama Deva?” Tanya Angel penuh selidik.
“Ga kok.
Gue udah putus sama dia. Dia yang mutusin gue tadi pagi. Pliss Ngel bantuin
gue. By the way ya, mending kita duduk dulu deh Ngel, pegel gue.” Pinta Cakka.
Angelpun hanya mengannguk. Sekalian nungguin Ray pikirnya.
“So, ada
apa?” Tanya Angel jutek.
“Dia
orangnya gimana sih, Ngel?” Bukannya menjawab pertanyaan Angel, Cakka malah
bertanya balik pada Angel.
“Dia
siapa?” Pancing Angel.
“Gausah
pura-pura gatau deh Ngel. Dia temen sebangku lo.” Jawab Cakka datar.
“Oh
Shilla, emang kenapa? Lo suka sama dia?” Tanya angel(lagi).
“Iya, gue
suka sama dia, sejak pertama gue liat dia pas acara pensi tahun lalu, tapi gue
baru liat dia lagi sekarang dan ternyata sekelas. Plis, Ngel.... bantuin gue
buat deket sama dia.” Mohon Cakka.
“Dih,
cinta pada pandangan pertama maksud lo?” Tanya Angel dengan tampang sok kaget,
karena Angelpun sudah merasa kalau Cakka suka sama Shilla sejak pertama masuk
kelas. Angel slalu memergoki Cakka tengah curi-curi pandang pada Shilla. Dan
sepertinya Shilla sadar itu tapi tidak ingin peduli.
“May be
Yes May be No. Tapi pokonya lo harus bantuin gue, Ngel! Plisssss....” Cakkapun
mengeluarkan muak melasnya supaya Angel mau diajak bekerja sama.
“Gue ga
janji ya ka, soalnya dia termasuk cewe yang susah ditebak, Kka. Dan susah
banget buat naklukin hatinya dia. Kevin aja yang dari kelas X suka sama dia dan
ngejar-ngejar dia, sampai sekarang dicuekin dan selalu ditolak. Jadi gue ga
janji ya.” Jelas Angel.
“Segitunya
banget, Ngel? Emang sebenernya dia orangnya kaya gimana sih? Bener ga kalau dia
lebih banyak deket sama cowo?” Tanya Cakka kaget.
“Iya gitu
deh, Kka. Ga ngerti gue juga. Padahal kevin udah baik banget sama dia. Pokonya
dia misterius. Dia bisa dibilang terbuka, tapi ga sepenuhnya terbuka. Pokonya
dia itu beda deh. Jadi orang punya kenyamanan tersendiri kalau deket sama dia.
Walaupun jutek tapi hatinya lembut ko. Iya dia emang banyak deket sama cowo.
Tapi cuman sekedar sahabat ga lebih. Karna dia anaknya seru juga, jadi banyak
cowo yang pingin deket sama dia.” Jelas Angel panjang lebar.
“Oh gitu
yaaa........... Ya pokoknya lo bantuin gue!” Kekeuh Cakka.
“Gue
bantuin sebisa gue ya, Kka. Gue duluan ya, Ray udah nungguin gue tuh.” Ujar
Angel.
“Yaudah,
thank’s ya, Ngel sebelumnya. Hati-hati lo dijalan, salam ke Ray ya!” Angelpun
mengangguk dan langsung beranjak dari duduknya menyusul Ray. Cakkapun memilih
untuk langsung pulang ke rumahnya.
=========
Dan
setelah lama bergelut dengan pelajaran. Akhirnya seluruh murid dipersilahkan
pulang karena bel pulangpun sudah berkumandang(?). Shilla, Via dan Ify janjian
di depan kelas Ify untuk pulang bareng menggunakan kendaraan umum, mereka
sengaja tidak membawa kendaraan pribadi apalagi dijemput oleh supirnya.
Shilla
menjadi orang pertama yang sampai di depan kelas Ify, tapi Ify belum keluar
kelas.
“Nunggu
lagi deh gue.” Shillapun mengomel-ngomel sendiri.
Shillapun
lebih memilih memainkan ponselnya daripada bosan menunggu sahabatnya tersebut.
Seperti biasa, ada 2 pesan dari lelaki yang berbeda dan yang membuat Shilla
bingung dengan perlakuan mereka akhir-akhir ini.
@cakkaNRG
; Hai Shill, udah sampai rumah? Jangan lupa makan ya Shill;)
From Raka
;
Udah pulang Shill?
“Nih cowo
berdua maunya apa sih?” Guman Shilla. Sebenarnya Shilla malas sekali membalas
oesan tersebut, tapi karena bosan, ya beginilah jadinya.
@cakkaNRG
; Hai Shill, udah sampai rumah? Jangan lupa makan ya Shill;)
@ashillazhrtiara
; Belum
From Raka
;
Udah pulang Shill?
Akhirnya Shilla memilih untuk membalas pesan Cakka telebih dahulu.
@cakkaNRG
; Kenapa? Gue boleh minta nomor lo?
@ashillazhrtiara
; Masih nungguin Via sama Ify. Buat apa?
@cakkaNRG
; Oh gitu:D ya kali aja gue ada perlu sama ibu sekretaris kelas;)
@ashillazhrtiara
; oh oke, 085722xxxxxx
@cakkaNRG
; Makasih ya Shil;) Mau gue anter pulang Shill? Daripada lo nunggu lama...
@ashillazhrtiara
; sama-sama. Ga perlu. Lagian mereka udah keluar ko. Bye
@cakkaNRG
; Yaudah deh kalau gitu, hati-hati ya Shill:D
Shillapun
memilih untuk tidak membalas pesan itu lagi. Shillapun tersadar dia belum
membalas pesan dari Raka.
From Raka
;
Udah pulang Shill?
To Raka ;
Belum
From Raka
;
Mau gue jemput Shill?
To Raka ;
Ga perlu. Bentar lagi juga otw.
From Raka
;
Yaudah deh kalau gitu. Hati-hati ya
Shillaaaa({})
“Cowo
labil tuh pada kaya gini nih. Gapunya pendirian pula.” Batin Shilla.
Tanpa
Shilla sadari, kedua sahabatnya itu sudah ada di sampingnya.
“Woyyyyyyy.....
ngapain sih, Shill serius amat?” Teriak Via.
“Ahhhh
yaampun kalian bikin gue kaget aja!” Kaget Shilla sambil mengusap-ngusap
dadanya.
“Ah engga
ko, ga lagi ngapa-ngapain. Yaudah yu kita langsung pulang aja, gue banyak tugas
nih! Dan udah sore juga.” Usul Shilla.
“Yaudah
deh, sorry ya Shill gara-gara kita lo nunggu lama.” Kata Sivia sambil meminta
maaf. Shilla hanya menjawabnya dengan sebuah senyuman sambil mengangguk.
Shillapun segera berdiri dan berjalan duluan. Ify dan Viapun hanya diam saja
walaupun penasaran. Toh kalau misalkan sudah waktunya, Shilla pasti akan cerita
pada mereka.
=========
“Kka,
gimana kabar lo? Lama banget kita ga ketemu, padahal rumah kita deketan.” Tanya
seorang wanita pada Cakka.
“Iya ya
hahaha lo juga sih sibuk pacaran terus” Jawab Cakka sambil tertawa.
“Yey, lo
juga sama kali, Kka. Btw gimana lo sama Agni?” Tanyanya lagi.
“Gue udah
putus sama dia, Kay. Dia yang putusin gue. Tapi sekarang gue lagi suka sama cewe temen sekelas gue, tapi dia cuek abis, Kay.” Jelas Cakka.
“Ohiya?
Siapa, Kka? Gue kenal ga sama dia? Dia termasuk anak yang terkenal ga di
sekolah?”Tanya wanita tersebut yang bernama Kay.
“Iya.
Namanya Shilla. Ngga, lo ga kenal sama dia. Dia bukan anak-anak gaul yang
terkenal sama sekolah lain, tapi hampir satu sekolah kenal dia ko, karna dia
pinter dan easy going.” Jelas Cakka.
“Oh,
tumben lo ga macarin anak yang hits lagi hahaha biasanyakan lo selalu pacaran
sama cewe-cewe yang terkenal.” Kata Kay heran.
“Gue juga
gatau kenapa bisa gue suka sama cewe kaya gitu. Tapi gue ngerasa dia yang
terbaik buat gue.” Kata Cakka lirih.
“Yaudah
deh terserah lo. Gue cabut ya. Good luck ya, Kka!” Ucap Kay menyemangati
kemudian pergi.
Setelah
Kay pergi, Cakka memilih untuk tidur, tapi sebelum tidur, dia mengirim pesan
pada gadis yang saat ini selalu membuatnya frustasi.
To Ashilla
Zahrantiara ;
Udah sampai rumah Shill? Jangan lupa makan ya
Shill:D
Tanpa
pikir panjang, Cakka langsung masuk ke dalam mimpinya.
======
Jadi Shilla bakal jadian sama siapa nih? Caka or Raka?
Tunggu di part selanjutnya yaaaa;;)
TBC
Gimana guys part 2nyaaa? Garame ya? Maaf deh:) Tapi makasih banyak banget buat kalian yang udah baca. Jangan jadi pembaca gelap yaa;;)tinggalkan jejak kalian kalau sudah baca:) Yang mau kritik atau saran atau pingin request couplenya yang belum ada disini, boleh ko bisa lewat twitter aku di @AlnasyaSIrena aku tunggu yaaaa;;)
No comments:
Post a Comment