Monday, 9 March 2015

Kamu Masih Disini

      Tak terhitung olehku telah berapa lama kita berpisah. Saling menjauh dan tak ada kabar. Ku kira aku bisa dengan cepat melupakanmu seperti layaknya kamu melupakanku. Dan ternyata... itu semua salah besar! Kini hanya rasa sepi yang menyelimuti hati. Tahun demi tahun, bulan demi bulan, hari demi hari, bahkan detik demi detikpun sudah kulalui sendiri, namun terkadang bayangmu masih saja datang menghampiri. Banyak sekali cara yang sudah aku lalukan untuk melupakanmu. Secara perlahan hingga secara paksa tapi kenapa otak ini selalu terbayang olehmu dan hati ini selalu merindukanmu? Bayanganmu selalu masuk ke dalam imajinasiku dan menarik mundur pikiranku ke masa dimana kita masih bersama, yang kini sudah tak mungkin dapat terulang, masa yang seharusnya aku lupakan. Dan disaat yang bersamaan rindu itu datang menjelma, mewabah bagaikan virus dalam otakku membuat hati ini sesak.

        Walaupun sudah lama aku tak bertemu denganmu, tapi aku masih saja ingat manisnya senyumanmu, lucunya tingkahmu, dan wangi parfummu. Aku juga masih ingat bagaimana kamu menggenggam tanganku, memelukku, dan menenangkanku saat aku menangis. Semua itu masih melekat dalam pikiranku meski tlah aku coba membuangnya berkali-kali tapi otak ini masih saja ingin menyimpannya, seperti memaksaku untuk terus mengingatmu. Aku bingung dengan semua ini! Apa maksudnya semua ini?! Perasaan ini memang sudah tak lagi sama padamu, tapi kenapa otak dan hati ini sulit untuk melupakanmu? Apa ini pertanda bahwa hati ini memang masih menginginkanmu? Rasanya aku ingin menemuimu, mengungkapkan ini semua dan menangis dalam hangatnya pelukanmu agar hati ini tak selalu tersiksa olehmu, tapi... itu semua tidak mungkin terjadi karna aku tahu kamu sudah bahagia dengan kehidupanmu, dan mungkin kamu juga sudah lupa padaku.

     Dinginnya malam yang menusuk tulang ini membuatku rindu akan pelukanmu, karna aku tahu kamu tidak mungkin membiarkanku menggigil karna kedinginan. Aku hanya ingin kau tahu tentang semua ini. Aku hanya ingin menumpahkan segala yang aku rasakan, karna semua ini membuat aku sesak dan gelisah, dan bahkan membuatku menjatuhkan air mata secara deras hanya karna sebuah kerinduan padamu. Aku tahu saat ini kamu memang sudah tidak disini. Dan kitapun sudah menjalani hidup kita masing-masing, tapi jika aku boleh jujur, kamu belum pergi, kamu masih disini, masih ada dalam setiap doa dan langkahku, masih ada di setiap mimpi-mimpiku, masih ada di hati ini dan menetap di sudut  hati terdalam. 

Hallo, Apa Kabar?

 Sudah sejak lama dari terakhir aku menulis disini. Padahal setiap hari, aku selalu menulis dalam sepi. Apa kabar kalian? Aku harap kalian s...