Monday, 23 December 2013

Semua Akan Terasa Ketika Tlah Hilang

          Ketika semuanya telah berakhir. Dan akupun telah melangkah maju untuk memulai semuanya lagi. Kau malah datang kembali. Seolah-olah kau ingin semuanya seperti dulu lagi. Mencegahku saat aku ingin melangkahkan kaki ini. Apa kau sadar? Hati ini selalu kau permainkan layaknya sebuah permainan.
          Dulu, Kebaradaanku selalu kau abaikan. Tak pernah kau gubris. Dan tak pernah dianggap penting. Namun, saat aku memilih untuk pergi, kau malah baru sadar akan semua itu. Keberadaanku yang selama ini kau abaikan baru kau sadari setelah kau merasakan ketidak hadiranku dalam hidupmu. Kepedulianku yang selama ini kau acuhkan dan tak kau gubris, baru terasa saat aaku telah pergi. Dan kini kau kembali...
          Kau kembali, kembali lagi dan mencoba masuk lagi dalam sela-sela hidupku. Mencari-cari ruang kosong dalam hati ini untuk dapat kau singgahi lagi. Dan semua ini membuat aku bimbang. Tak tau harus melangkah kemana. Karena kau menahanku untuk pergi saat aku sudah benar-benar belajar untuk pergi.
          Hey, kau harus tau. Ini hati bukan layanganmu! Yang bisa kau tarik ulur sesukamu. Kapanpun kau mau. Tolong pahamilah perasaan ini. Jika kau ingin menarikku, tariklah aku dan jangan kau lepas lagi, jangan sakiti lagi hati ini hingga aku menjatuhkan air mata lagi. Namun, jika kau mengulurku, lebih baik lepaskan saja aku. Biarkan aku terbang dan mencari orang yang ingin menarikku, menerimaku. Aku mohon.... Jangan tarik ulur terus aku dan hati ini. Karena sakitnya akan semakin sakit. Dan lukanya? Sudah pasti akan semakin berdarah. Kau harus tau itu!
          Kau baru sadar saat aku telah pergi. Saat keberadaanku telah tiada. Saat kepedulianku sudah tidak mengganggumu lagi. Dan ini adalah sebuah penyesalan mungkin bagimu. Ada satu kesimpulan yang dapat ku ambil dari semua ini yaitu "Penyesalan itu memang selalu datang ketika orang itu telah merasakan apa itu 'kehilangan'". Dan mungkin itu sedang kamu alami saat ini. Hanya ada satu pintaku saat ini. "Tolong jangan kau permainkan hati ini secara terus-menerus. Apa kau tidak lelah? Aku saja sudah benar-benar lelah. Jika kau memang ingin kembali padaku, berubahlah. Jangan buatku kecewa untuk yang kedua kalinya. Tapi jika ini hanya karenamu kesepian, belum terbiasa karena tidak hadirnya aku dihidupmu, lepaskanlah aku. Biarkan aku menemukan kebahagiaan baruku untuk esok hari....

Thursday, 12 December 2013

Semuanya Hancur Dalam Sekejap

          Semuanya memang sudah tak sama lagi seperti dulu. Sudah sangat berbeda dari semula. Dan mungkin memang sudah tak bisa diperbaiki lagi seperti sedia kala. Hubungan yang telah susah payah kita bangun, hancur dalam seketika karenamu. Kaun berubah. Aku berubah. Dan kita pun berubah. Kepercayaan yang telah susah payah ku bangun kau hianati seketika.
          Kini semuanya berbeda. Aku tinggalah aku bersama lukaku. Kamu tinggalah kamu yang hanya ada dalam banyangku. Dan kita? Kita hanyalah tinggal sebuah kenangan yang tak mungkin lagi untuk terulang.
          Sulit memang untuk mengikhlaskan dan merelakan semuanya yang kini sudah hilang. Belum lagi tantangan untuk melepaskan dan melupakanmu dari hidup dan pikiranku. Semuanya butuh proses yang melelahkan dan waktu yang cukup panjang.
          Disini, aku bertahan dengan lukaku, mencoba untuk tetap berdiri tegak walaupun sudah dihantam dengan banyak rasa sakit yang kau beri. Mencoba untuk menerima semua keputusanmu padaku. Sedangkan disana? Kau tak peduli padaku. Kau malah bersenang-senang bersama kawan-kawanmu. Lalu, bagaimana dengan kita? Bagaimana dengan perasaannya? Apa dia sekarang sedang sedih melihat kau dan aku yang sudah tak bersama lagi? Apa diapun akan ikut menghilang karena kau tak disini lagi?
          Kamu tidak akan pernah mau tahu soal itu. Kau tidak akan pernah peduli tentang semua itu. Yang kau tahu dan selalu kau pedulikan hanyalah dia. Dia yang lebih dulu ada di hidupmu. Dia yang mungkin lebih mengenalimu dibandingkan aku mengenalimu. Bisa jadi, alasan kau pergi meninggalkanku pun adalah dia.. Kau terlalu buta dibuatnya, terhipnotis karenanya, sehingga semua yang ada di otakmu itu hanyalah dia, dia dan terus dia. Dia yang selalu ada untukmu. Bukan aku, aku yang tulus menyayangimu. Kau hanya egois pada perasaanmu, juga pada kebahagiaanmu. Tanpa kau pedulikan hatiku. Kau memang selalu ingin menang sendiri tak pernah mau peduli padaku apalagi perasaanku.
          Setelah kepergianmu, kau membuat luka baru di hati ini, sekaligus menambah luka yang ada. Luka yang tadinya hampir sembuh karena hadirmu, saat ini malah semakin berdarah karenamu. Membuat hati ini sakit dan sesak! Tapi aku sadar, kepergianmu tidak akan sepenuhnya membuatku sedih. Karena suatu saat kelak akan datang seseorang baru padaku untuk membuatku lupa akan semuanya. Lupa akan luka yang telah kau buat. Dia akan menghapus bayangmu yang selalu menghantui dalam mimpiku, mengganti tangisku menjadi sebuah tawa, mengobati lukaku, membuat senyuman di setiap langkahku, dan memberi warna di setiap hari-hariku...

Thursday, 5 December 2013

Aku Menyerah

          Kali ini posisiku benar-benar berada dalam posisi sudah sangat lelah. Sudah tak mampu lagi menahan semua rasa sakit ini, tak mampu lagi membendung semua air mata ini, tak mampu lagi untuk berpura-pura tersenyum, berpura-pura kuat, dan berpura-pura baik-baik saja.
          Kali ini aku benar-benar rapuh. Aku memilih untuk mundur. Aku muak dengan semuanya. Aku lelah bertahan dalam pengabaianmu, lelah berjuang sendiri untukmu. Sedangkan kau? Kau tak pernah menyadari itu! Telah lama aku mencoba bertahan dari semua sikapmu itu. Namun sekarang, hati ini sudah tak mampu lagi untuk mempertahankan semuanya. Hati ini sudah terlalu tersiksa oleh semua rasa sakit yang kau buat. Hati ini sudah terlalu banyak menanggung semuanya.
      Aku sudah lelah untuk menghadapi semuanya. Langkah kaki inipun sudah tak tentu arahnya. Semuanya menjadi buyar. Sepertinya dia sudah mulai menjadi segalanya dalam hidup ini..
          Dulu, dia adalah sosok bayangan nyata yang ada dalam hari-hariku sekaligus menghiasi setiap hari yang ku lalui. Namun, sekarang kau hanyalah bayangan ilusi, bagaikan fatamorgana yang hanya ada dalam khayalku saja dan tak akan pernah menjadi nyata. 
         Kini dia sudah berubah! Dia bukanlah dia yang dulu ku kenal. Hingga rasa inipun berubah secara drastis menghadapi perubahan sikapmu itu.. Dan aku bisa apa? Aku hanya bisa diam, memendam segalanya. Karena kau adalah orang yang keras kepala! Tak bisa ku beri tahu! Jika ku memberi tahumu yang ada kau malah memutar balikan fakta yang ada. Dan akhirnya jadi kau yang menyalahkanku, menuntutku ini itu. Kau pikir aku robotmu? babydollmu? Yang bisa kau atur sesukamu, kau perintah semaumu, dan kau mainkan kapanpun?! Seolah-olah aku ini hanya pelarian kala dirimu merasa kesepian dan sendiri. Kau memang terlalu sibuk membahagiakan orang-orang di sekitarmu,Bodoh! Sehingga aku yang berada disampingmu tak kau hiraukan dan kau abaikan. Aku hanya ingin kau sadar, menghargaiku, keberadaanku, dan juga perasaanku! Apa itu hal yang sulit untuk kau lakukan? Mungkin kau memang sulit melakukan semua itu. Karena dari dulupun aku memang tak pernah penting dimatamu. Sehingga kau sulit untuk menghargai aku di hidupmu. Apa aku terlalu senpurna untuk kau perjuangkan? Sehingga kau takut berjuang lebih untukku? Entahlah, yang jelas kau terlalu buta karena orang-orang di sekitarmu dan terlalu buta untuk melihat siapa orang yang benar-benar menyayangimu.
        Dan kini saatnya aku untuk pergi. Memilih untuk meninggalkan semua rasa pahit ini dan mencari sebuah kebahagiaan yang aku harapkan. Aku akan mencoba menghapus segalanya dan menutup setiap lembaran kusam yang penuh air mata itu. Akan ku ganti lembaran itu dengan lembaran baru. Proses yang tidak mudah memang dan tidak pula sebentar. Namun, aku akan tetap melakukannya demi memulihkan kembali hati ini..

"Selama ini aku yang selalu mengalah
Hingga hati inipun lelah
Dan kini aku memilih untuk menyerah"

Dari seorang babydollmu,
Yang selalu sabar dengan setiap
perubahan sikapmu...


Monday, 2 December 2013

Aku dan Perasaan Ini

Hey, kamu..
Iya kamu orang yang sudah membuat hati ini luluh... Sampai kapan aku harus sabar dan bertahan dalam sikapmu ini?! Aku yang bodoh apa kau? Kau selalu membuat luka di hati ini, menjadi alasan di setiap tetes air mata ini. Tapi mengapa aku tetap bertahan disini setelah apa yang kau perbuat pada hati ini? Aku selalu saja memaafkanmu, memaafkan segala kesalahanmu. Walaupun aku tau kesalahan itu akan kau ulangi lagi dan lagi, tapi mengapa aku masih memaafkannya?
Ada rasa sakit yang sulit dijelaskan dalam hati ini,
Ada luka yang berdarah setiap kau melakukan kesalahan padaku, dan akhirnya luka itu bukan sembuh melainkan bertambah parah. Sial! disini memang aku yang bodoh! Sudah jelas-jelas aku selalu dibuat sakit olehmu, tapi aku masih saja bertahan. Sempat terbesit rasa ingin pergi meninggalkan semua ini. Namun, apa daya? Lagi-lagi kau menggagalkan rencanaku!
Dalam gelapnya malam aku merenung, hanya ditemani oleh cahaya rembulan. Dalam sunyinya malam aku  merintih, berkeluh kesah tentang perasaan ini, tentang luka ini, tentang sakit ini.
Kadang, di setiap malam kulalui dengan air mata. Air mata yang tumpah karena sakit yang tak tertahankan lagi. Merasakan dan melalui semuanya sendiri.
Rasa sakit dan kecewa di hati ini cukup aku yang tau, cukup aku yang merasakan. Kuhadapi semuanya dengan tersenyum, walau hati ini sebenarnya sudah tak mampu untuk tersenyum. Tersenyum menutupi segala yang kurasakan, dan tak boleh ada seorangpun yang tau bahwa hati ini tengah terluka dan kecewa...

Hallo, Apa Kabar?

 Sudah sejak lama dari terakhir aku menulis disini. Padahal setiap hari, aku selalu menulis dalam sepi. Apa kabar kalian? Aku harap kalian s...