Halloooo guyssss!!!! Aku balik lagiii tapi disini aku bawa cerbung nih;;) Ini cerbung pertama aku, dulu sempet buat tapi aku hapus lagiii jadi ini yang pertamaa. semoga sukaa dan selamat membaca yaaa!:)
=======
Di tempat ini, tempat yang sangat
nyaman bagi siapapun bukan karena mewah tapi lebih kepada suasana rumah ini
yang selalu membawa ketenangan.
Seorang gadis sedang sibuk
mempersiapkan peralatan sekolahnya walau dengan malas-malasan. Karena besok
pagi dia akan memulai kegiatan rutinnya (lagi).
“Ada yang gue lupa ga ya?” gadis
ini nampak berpikir sebentar.
“Kayanya engga deh.” Jawabnya
pada dirinya sendiri. Diapun langsung merebahkan tubuhnya di kasur. Dia sangat
lelah. Bagaimana tidak? Setelah liburan sekian lama, dia sama sekali lupa akan
sekolahnya. Sampai besok masuk pun sahabatnya yang memberitahu. Sejenak, ia ingin
mengistirahatkan matanya. Perlahan dia mulai menutup matanya, namun
tiba-tiba....
========
“Sayang, kamu udah siapin buat
sekolah besok?” Tanya seorang gadis pada pacarnya itu.
“Apa peduli lo hah? Orang tua gue
aja ga peduli sama gue” Jawabnya jutek. Gadis itu menghela napasnya.
“Gue peduli sama lo karna gue
sayang sama lo bego!” Jawabnya dengan menekankan suara.
“Ya ya ya. Gue belum sama sekali
nyiapin itu semua. Lagian repot banget harus siap-siap segala. Emang gue mau
pindahan apa? Puas lo?” Jawabnya dengan malas namun tetap menahan emosinya.
“Mau gue bantu lo?” Gadis ini
sepertinya tidak menyerah juga.
“Ga perlu dan ga usah” Jawabnya
sinis dan langsung berdiri dari bangku taman tersebut.
“Lo mau disitu sampe kapan sih,
Ag? Ayo balik! Gue cape pingin tidur!” Kata lelaki tersebut pada seorang
bernama Agni.
“Oke Cakka oke iya gue mau
pulang.” Jawabnya pasrah.
Merekapun akhirnya pulang ke
rumah masing-masing tapi sebelumnya Cakka mengantarkan Agni ke rumahnya
terlebih dahulu.
=======
“Fy kita ke rumah Shilla yuk!
Bosen gue di rumah dan besok kita udah mulai sekolah. Hari terakhir libur,
bolehlah kita pake jalan?” Ajak gadis ini pada Ify.
“Hayu aja sih vi, tapi yang jadi
masalah itu, Shilla mau apa kaga? Lo taukan dia itu malesan banget keluar kalau
udah ada di rumah.”
“Mau ga mau dia harus mau. Ayo
sekarang, Fy! Gue jemput lo 15 menit dari sekarang!”
“Tapi vi....” Belum saja dia
menyelesaikan omongannya, via telah menutup teleponnya secara sepihak. Dengan
langkah malas dan mulut yang terus berkomat-kamit karena kekesalannya pada Via,
Ify pun berjalan ke kamar untuk siap-siap.
“Tuh anak gila kali ya! Udah tau
Shilla kaya gitu, dia malah ikut kaya gitu. Stress gue lama-lama sama mereka.”
Batin Ify.
Tak butuh waktu yang lama, Ify
sudah siap dan Sivia pun sudah menjemputnya.
“Ayoooo Ifyyyyy!!!!!” Teriaknya
dari pintu depan rumah Ify.
“Gue ga budeg! Bisakan ga usah
teriak-teriak di rumah gue!” Jawabnya kesal.
“Hehehhe yaudah ayo!” Sivia hanya
menyengir dan langsung menarik Ify ke
mobilnya. Mobil mereka melaju sangat cepat membelah keramaian Kota
Bandung. Namun sial, mereka terjebak macet dan jarak mereka masih lumayan jauh
dari rumah Shilla.
Sebenarnya perjalana dari rumah
Ify ke rumah Shilla hanya sekitar 30-45 menit, tapi karena kemacetan yang
sangat panjang mereka memakan waktu satu jam untuk sampai ke rumah Shilla.
Mereka langsung masuk ke rumah
Shilla karena memang itu sudah biasa. Bahkan satpam dan pembantu di rumah ini
juga sudah sangat mengenal dua sosok gadis cantik ini.
Saat melihat keadaan di dalam
rumah, mereka tidak menemukan sosok yang mereka cari. Namun mata mereka
langsung mengarah pada pintu kamar yang mereka yakini bahwa Shilla ada disitu.
“Lo yakin, Vi?” Tanya Ify agak
ragu. Sivia hanya menjawabnya dengan anggukan kecil dan senyuman.
Tanpa mengetuk pintu mereka
langsung masuk, tapi sepertinya sang pemilik kamar tidak menyadari kehadiran
mereka.
=======
Sejenak, ia ingin
mengistirahatkan matanya. Perlahan dia mulai menutup matanya, namun
tiba-tiba....
“SHILLAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!”
Teriakan tersebut berhasil membuat Shilla jantungan.
“Kalian apa-apaan sih? KAN GUE
UDAH BILANG KALAU MAU MASUK ITU KETUK PINTU DULU!” Jawabnya penuh emosi.
Bagaimana tidak, saat dia akan terlelap kedua sahabatnya ini membuatnya spot
jantung.
“Hehehehe maaf Shill. Kita Cuma
pengen ketemu lo aja. Besok kan udah masuk sekolah, jadi hari ini gue mau kita
kumpul gitu walaupun ga jelas hahaha” Kata Via sambil cengengesan. Shilla
menatap sahabat satunya lagi yang hanya diam dan tumben sekali dia mau diajak
kumpul oleh Sivia. Memang, diantara mereka Ifylah yang paling jarang kumpul
karna rumahnya yang paling jauh dan orang tuanya menjaganya ketat. Seolah tau
apa yang ada di pikiran Shilla, Ify menghela nafas dan mengangkat suaranya.
“Via maksa gue” Jelasnya dengan
dingin.
Shilla hanya membulatkan mulutnya
saja membentuk huruf “O”.
“Terus mau lo apa Sivia Azizah?”
Tanya Shilla sinis.
“Gue Cuma mau kita kumpul aja.
Soalnya gue kangen sama kalian. Gue takut besok kita ga sekelas.”Jawabnya
sedih.
“Tau deh yang instingnya kuat.
Udah dong gausah sedih gitu Vi” Tenang Ify. Dan dianta mereka Sivia adalah
orang kedua yang instingnya kuat setelah Shilla. Kenapa kedua? Karna Sivia
kadang tidak peduli dengan instingnya. Dia akan peduli pada instingnya bila itu
menyangkut keluarga dan sahabatnya saja.
“Ya ya ya gue tau itu. Ga usah
lebay gitu kali! Toh kalau ga sekelas aja kita masih bisa deket kan guys?”
Shilla tidak suka semuanya jadi mellow begini.
“Nah, bener tuh kata Shilla.” Ify
menyetujui ucapan Shilla.
“Yaudah, katanya mau seru-seruan.
Kita mau ngapain, nih?” Tanya Ify lagi.
“Kita disini aja ya, Fy. Kita
lakukan kegiatan rutin kita. Mulai dari main UNO sambil cerita terus udah itu
makan terus....” Kata-kata Sivia terpotong karna Shilla.
“Berisik lo! Ga usah lo jelasin
juga gue udah tau! Yaudah ayo mulai!” Shilla beranjak dari tempat tidurnya dan
mengambil kartu UNO. Mereka menghabiskan waktu bersama seperti tanpa ada beban.
Mereka tertawa bersama. Kebahagiaan sangat terpancar dari wajah mereka. Oh iya,
diantara mereka Shilla lah yang paling dewasa diantara mereka. Dia cewek yang
sangat beda. Bahkan kedua sahabatnya itu sangat beruntung bisa bersahabat
dengan Shilla. Shilla emang cuek sekali tapi dia gampang beradaptasi, namun
untuk dekat dengan Shilla tidak semudah yang kalian pikirkan. Dan masih banyak
lagi sifat Shilla yang lain yang bakal kalian tahu nanti.
=======
SMA ANGKASA
Hari ini hari pertama masuk
sekolah setelah libur sekian lama. Terlihat dari wajah siswa-siswi yang masih
terlihat mengantuk. Namun tidak untuk ketiga gadis cantik ini. Mereka sangat
bersemangat hari ini, tadi pagi mereka sengaja berangkat bareng supaya bisa
mencari kelas mereka bersama. Ify telah menemukan kelasnya, namanya tertera di
absen kelas XII IPA 1. Kelas Sivia berada di sebelah kelas Ify, XII IPA 2. Dan
terakhir, kelas Shilla. Shilla masuk ke kelas XII IPA 3. Sesampainya di kelas
masing-masing mereka heran. Kenapa mereka dipisahkan tapi kelas mereka
bersebelahan?
“Yah pisah, deh. Gue kan Cuma
deket sama tuh anak 2 doang” Batin Sivia dan Ify bersamaan. Padahal mereka berbeda
tempat.
Namun bagi Shilla, ini hal biasa
saja. Dia banyak kenal anak sekolah ini. Bahkan hampir satu sekolah dia kenal
dan kenal dia.
“Shill, duduk bareng gue ya?”
Tanya seseorang yang berhasil membuat Shilla terkejut.
“Okedeh.” Jawab Shilla sambil
tersenyum ke arah Angel.
Ya, gadis itu bernama Angel.
Teman yang lumayan dekat dengannya karena pada saat kelas X mereka satu kelas.
Di hari pertama mereka sekolah,
mereka hanya menentukan struktur organisasi untuk kelas. Dan besok di hari
kedua hanyalah pemberitahuan jadwal pelajaran tiap kelas. Selama di kelas dia
risih karena ada seseorang yang selalu memandanginya. Setelah selesai, mereka
boleh langsung pulang. Shilla segera menuju parkiran untuk mengambil mobilnya
sekaligus menunggu kedua sahabatnya itu.
Saat sampai di parkiran, dia
melihat cowo yang memandanginya di kelas tadi. Di belakangnya terdapat seorang
cewek yang sibuk mengejarnya.
“Cissshhh.... cowok macam apa
yang tega membiarkan wanitanya berlari ngos-ngosan seperti itu.” Batin Shilla
sambil melihat tajam cowo tersebut.
Tanpa disadari kedua sahabat
Shilla sudah berada di samping Shilla dan ikut memperhatikan arah pandang
Shilla.
“Shill...” Suara Ify pelan sekali
“Woshhhh.... sejak kapan kalian
disitu? Bikin gue kaget aja lo berdua!” Ujar Shilla kesal.
“Dari tadi Shillaaaa, lo nya aja
yang ga nyadar kalau ada gue disini.”Jawab Via kesal.
Shilla hanya cuek saja mendengar
omelan Via. Sampai akhirnya Ify mengeluarkan suaranya.
“Shillll.....”
“hmmm....”
“Kenapa tadi lo liatin mereka?”
Ify menarik nafas lalu melanjutkan perkataannya. “Lo suka sama tuh cowo? Apa lo
cemburu?”
“Hah?” Kata Shilla kaget, namun
sebisa mungkin dia menyembunyikan kagetnya tersebut dan bersikap biasa.
“Siapa yang bilang? Gue ngeliatin
karna gue kasihan sama tuh cewe! Bayangin aja dari lantai 2 tuh cewe ngejar
cowo tapi si cowo tetep cuek aja tanpa memikirkan cewe itu sama sekali. Gue ga
suka sama cowo itu! Kenal aja ngga! Najis gue suka sama cowo sok kaya dia!”
Jawab Shilla kesal dan penuh emosi.
“Yaudah ayo pulang” Ajak Sivia
yang sudah merasakan hawa panas disini.
Mereka langsung masuk ke mobil
Shilla tanpa tujuan. Di dalam mobilpun mereka sibuk denga pikiran mereka
masing-masing sehingga tidak ada percakapan yang terjadi.
“Guys kita mau kemana nih?”
Setelah lama dalam diam akhirnya Sivia membuka suaranya.
“Gue balik aja deh Vi. Takut
dimarahin papa.” Jawab Ify.
“Yah,Fy kita jalan dulu deh
yayaya?” Ujar Via sambil menunjukan muka melasnya.
“Shill, lo setujukan kita jalan
dulu? Ayo dong Shill.....” Pinta Via pada Shilla.
“Gue sih terserah lo berdua asal
ga sampe sore aja. Gue juga sama takut dimarahin papa.” Jelas Shilla sambil
tetap fokus mengemudi.
Sivia melirik ke arah Ify dengan
muka melasnya. Ify hanya menarik nafas saja karna sudah tau Sivia akan ngomong
apa.
“Iya, oke, gue ikut tapi jangan
lama-lama, yaa!” Dan Ifypun akhirnya ikut.
“Oke, kita ke tempat biasa,
Shill.” Perintah Sivia pada Shilla.
Karena jalanan lumayan sepi,
mereka hanya memerlukan waktu 20 menit untuk sampai ke tempat tujuan mereka,
kemana lagi kalau bukan toko buku. Mereka sering sekali menghabiskan waktu
mereka di toko buku ini. Selain dekat dengan tempat makan, toko buku ini juga
sangatlah lengkap.
“Gue mau beli novel dulu, yaa...
Terserah kalian mau kemana, deh. Entar kita ketemu di cafe biasa samping toko
buku ini, okeee?!” Jelas Shilla.
“Oke Shillaaaaa!!!! 30 menit
doang yaaa! Jangan lama takut keburu sore!” Jawab Ify.
“Okeeee byeeee!” Shilla pun pergi
mencari novel terbaru yang dia inginkan. Sama seperti Shilla, Ify pun mencari
novel yang diinginkan. Sedangkan Via, dia malah baca-baca buku tentang
cinta(Via ada-ada aja-_-). Setelah mendapatkan novelnya Shilla dan Ify membayar
ke kasir tapi di kasir yang berbeda. Via tidak membeli apa-apa, karna memang
Via tidak terlalu suka membaca. Merekapun bertemu di cafe yang sudah ditentukan.
“Lo beli apa, Shill? Dan lo beli
apa tuh, Fy?” Tanya Via.
“Biasa, novel terbaru hahahha”
Jawab Shilla sambil tertawa.
“Novel terbaru juga, tapi beda ko
sama yang Shilla.” Jawab Ify sambil nyengir.
“Nah lo sendiri beli apa, Vi?”
Tanya Shilla dan Ify barengan.
“Wishhhhh.... santaii
kaliannnn.... Gue? Ga beli apa-apa hehehe” Jawab Via sambil cengengesan.
“Yaudah deh terserah lo. Mau
pesen apa? Biar gue yang pesenin.” Kata Ify.
“Kaya biasa ajaaaa.” Jawab Shilla
dan Via serempak.
“Oke tunggu yaaa” Ifypun beranjak
dari tempat duduknya dan memesan makanan yang biasa mereka pesan.
========
“Lo kenapa sih Cak ngelamun mulu?”
Tanya seseorang pada Cakka
“Kayanya gue mau putus deh sama
Agni, gue suka sama cewe yang sekelas sama gue” Jawab Cakka.
“Lo ga gilakan? Emang lo suka
sama siapa? Tega lo sama Agni kalau kaya gitu Kka.”
“Ya nggalah! Gue suka sama cewe
yang ramah itu, Deb. Temen sekelas lo waktu kelas XI. Tega gimana maksud lo? Agni
juga pernah kan mutusin gue demi cowo lain, dan saat dia tahu kalau cowo iti
berengsek, dia balik lagi sama gue. Dan sekarang gue sadar kalau Agni cuman
manfaatin gue doang” Bantah dan jelas Cakka pada sahabatnya yang ternyata
bernama Debo itu.
“Oh jadi lo suka sama dia? Emang sih
dia ramah dan baik banget sama semua orang. Tapi ya Kka, gue mau kasih tau sama
lo. Susah buat deketin dia. Dia emang baik tapi cueknya parah banget Kka. Malah
banyak yang nyerah buat deketin dia.” Jelas Debo.
“Tapi dia seru anaknyaaaa! Gue juga
seneng banget kalau udah gangguin dia” Kata Riko.
“Iya tuh si Riko kasian tau sampe
pipi sama idungnya merah banget dicubitin mulu sama lo” Kata Patton.
“Jadi lo deket sama dia,Rik?”
Tanya Cakka kaget.
“Ga deket juga sih, Kka. Gue kan
sekelas sama dia pas kelas XI dan dia itu emang baik banget, tapi kalau kita
jahat sama dia, dia bahkan bisa lebih jahat sama kita. Cueknya emang cuek
banget, Kka. Dia banyak ko deket sama cowo karna cowo pada jadiin dia tempat
cerita gitu. Pemberi saran yang baik dia. Ya pokonya dia tuh bisa jadi Malaikat
bisa juga jadi Setan.” Jelas Riko panjang lebar.
“Wah, Kka, gue ga yakin kalau lo
pacaran sama dia. Lo kan cemburuan dan dia deket sama banyak cowo.” Ujar Rizky.
“Dan menurut gue, kalau lo mau
deketin dia, lo harus rubah sikap lo, Kka.” Kata Riko.
“Gue setuju sama Riko.” Ujar
Patton.
=======
Setelah pesanan mereka sampai,
mereka langsung melahapnya karna emang sejak pagi tadi mereka belum makan. Setelah
selesai makan, merekapun bergegas pulang karna hari hampir sore.
“Lo mau langsung pulang kan Fy? Mau
gue anter?” Tanya Shilla.
“Iya takut keburu sore, nih.
Gausah, deh Shill. Kita beda arah, entar kalian kesorean” Jawab Ify.
“Gapapa kali, Fy. Udah yu cabut
ajaa ntar makin sore.” Kata Via.
Dan akhirnya mereka pulang
bersama. Ify diantar oleh Shilla dan Via ke rumahnya. Tapi mereka tidak mampir
dulu, karna sudah sore. Jadi Shilla dan Via juga langsung pulang ke rumah
mereka masing-masing. Via juga diantar sama Shilla sampai rumahnya karna jarak rumah
mereka memang tidak terlalu jauh.
======
Di kamar Cakka.
“Gue kenapa sih?” Tanya Cakka
pada diri sendiri.
“Gatau kenapa, gue pingin banget
lo jadi milik gue. Kayanya gue suka deh sama lo. Gue harus dapetin lo! Gimanapun
caranya!” batin Cakka.
“On twitter ah, siapa tau ada
yang nyangkut hahahaha”
Saat Cakka membuka twitternya,
dia teringat nama cewe yang dia suka saat ini. Dia langsung mencarinya di kolom
search dan ketemu! Dia langsung mengetweet untuk meminta follback.
@CakkaNRG ; Follback yaaa
@...............
=======
Sesampainya di rumah, Shilla
langsung mandi dan karna tidak ada kegiatan, diapun hanya on twitter saja. Dia membalas
semua mention yang masuk yang meminta follback padanya. Dan ada satu mention
yang bikin dia kaget sendiri.
“Ini cowo rese itukan?” batin
Shilla.
“Bodo, ah. Kan dia Cuma minta di
follback doang.” Ujar Shilla pada dirinya sendiri.
@ashillazhrtiara ; sudah ya RT
@CakkaNRG : Follback yaaa @ashillazhrtiara
Tak lama kemudian ada sebuah
pesan di twitternya.
@CakkaNRG ; Hai
“Nih cowo ngapain coba? Bales jangan,
ya? Bales aja deh, siapa tau penting” batin Shilla.
@ashillazhrtiara ; ada apa?
“Udah ah, mau makan dulu gue.”
Shillapun segera turun ke ruang makan karena perutnya sudah meminta untuk
diisi.
=======
Saat Cakka membuka twitternya,
dia teringat nama cewe yang dia suka saat ini. Dia langsung mencarinya di kolom
search dan ketemu! Dia langsung mengetweet untuk meminta follback.
@CakkaNRG ; Follback yaaa
@ashillazhrtiara
“Kebetulan banget dia lagi on”
Ujar Cakka.
Tak lama kemudian ada mention
masuk ke twitternya Cakka.
@ashillazhrtiara ; sudah ya RT
@CakkaNRG : Follback yaaa @ashillazhrtiara
“Yessssssssssss!!!!!!! Gue di
follbackkk huaaaaaaaaaa!!!!!!” Teriak Cakka kegirangan.
“Gue chat ah sama dia sekalian
pedekateee hehehe”
@CakkaNRG ; Hai
“Ayodonggg balesss plisssss”
mohon Cakka entah ke siapa. Setelah lumayan menunggu balesan, ada sebuah pesan
masuk dan sukses membuat Cakka kaget.
@ashillazhrtiara ; ada apa?
Bagaimana tidak? Memang itu dari
cewe yang dia tunggu. Tapi balasannya hanya 2 kata saja dan tidak membalas
sapaannya. Cakkapun dengan sabar mengechat lagi wanita yang dia suka itu.
@CakkaNRG ; engga ko, cuman
pingin kenalan aja sama kamu:D
=======
Setelah selesai makan, Shilla
kembali ke kamarnya dan melihat banyak sekali notif di Iphonenya. Dan yang
bikin Shilla kaget adalah si cowo sok itu membalas lagi pesannya, padahal dia
sudah cuek sekali menjawabnya. Shillapun membuka pesan dari cowo tersebut.
@CakkaNRG ; engga ko, cuman
pingin kenalan aja sama kamu:D
Dengan kesal Shilla membalas
pesan itu.
@ashillazhrtiara ; oh
@CakkaNRG ; Lagi ngapain?:D
@ashillazhrtiara ; penting
banget, ya buat lo tau?
@CakkaNRG ; Jutek banget sihL Aku Cuma pingin tau aja ko:’)
@ashillazhrtiara ; Terserah lo
deh
Karena kesal diganggu, Shilla
memilih untuk tidur.
=======
Cakkapun dengan sabar mengechat
lagi wanita yang dia suka itu.
@CakkaNRG ; engga ko, cuman
pingin kenalan aja sama kamu:D
Lama dan lama sekali Cakka
menunggu balesan tersebut dan akhirnya dibalas dan balesan tersebut sukses
membuat Cakka membulatkan matanya.
“Nih cewe beneran bikin
penasaran. Jutek banget deh. Bener kata Riko, buat deketin dia ga gampang.”
Ujar Cakka
@ashillazhrtiara ; oh
Begitulah balasan Shilla.
Cakkapun memberanikan diri memulai chat lagi.
@CakkaNRG ; Lagi ngapain?:D
Tak lama ada pesan masuk.
@ashillazhrtiara ; penting
banget, ya buat lo tau?
“Gila yaa emang nih cewe, sumpah
gue harus bisa dapetin dia!” batin Cakka. Cakka segera membalas pesan tersebut.
@CakkaNRG ; Jutek banget sihL Aku Cuma pingin tau aja ko:’)
@ashillazhrtiara ; Terserah lo
deh
“Nih cewe bikin gue bingung, udah
dibaikin tetep aja jutek. Gue bales dulu deh.”
@CakkaNRG ; Yaudah, jangan lupa
makan ya dan jangan tidur kemalemanJ
“Bodo ah entar dibales kek
gimana. Mending cabut gue mah!”
TBC
Kira-kira Shilla bales apa yaaa?
Cakka bakalan mutusin Agni ga?
Berhasil ga Cakka dapetin Shilla?
Tunggu part selanjutnya yaaa! Btw
kasih like atau comment yaaa!!!!