Thursday, 23 July 2015

Cinta Takkan Salah

          Halloooo guyssss!!!! Aku balik lagiii tapi disini aku bawa cerbung nih;;) Ini cerbung pertama aku, dulu sempet buat tapi aku hapus lagiii jadi ini yang pertamaa. semoga sukaa dan selamat membaca yaaa!:)

=======

          Di tempat ini, tempat yang sangat nyaman bagi siapapun bukan karena mewah tapi lebih kepada suasana rumah ini yang selalu membawa ketenangan.
Seorang gadis sedang sibuk mempersiapkan peralatan sekolahnya walau dengan malas-malasan. Karena besok pagi dia akan memulai kegiatan rutinnya (lagi).

“Ada yang gue lupa ga ya?” gadis ini nampak berpikir sebentar.

“Kayanya engga deh.” Jawabnya pada dirinya sendiri. Diapun langsung merebahkan tubuhnya di kasur. Dia sangat lelah. Bagaimana tidak? Setelah liburan sekian lama, dia sama sekali lupa akan sekolahnya. Sampai besok masuk pun sahabatnya yang memberitahu. Sejenak, ia ingin mengistirahatkan matanya. Perlahan dia mulai menutup matanya, namun tiba-tiba....

========

“Sayang, kamu udah siapin buat sekolah besok?” Tanya seorang gadis pada pacarnya itu.

“Apa peduli lo hah? Orang tua gue aja ga peduli sama gue” Jawabnya jutek. Gadis itu menghela napasnya.

“Gue peduli sama lo karna gue sayang sama lo bego!” Jawabnya dengan menekankan suara.

“Ya ya ya. Gue belum sama sekali nyiapin itu semua. Lagian repot banget harus siap-siap segala. Emang gue mau pindahan apa? Puas lo?” Jawabnya dengan malas namun tetap menahan emosinya.

“Mau gue bantu lo?” Gadis ini sepertinya tidak menyerah juga.

“Ga perlu dan ga usah” Jawabnya sinis dan langsung berdiri dari bangku taman tersebut.

“Lo mau disitu sampe kapan sih, Ag? Ayo balik! Gue cape pingin tidur!” Kata lelaki tersebut pada seorang bernama Agni.

“Oke Cakka oke iya gue mau pulang.” Jawabnya pasrah.

Merekapun akhirnya pulang ke rumah masing-masing tapi sebelumnya Cakka mengantarkan Agni ke rumahnya terlebih dahulu.

=======

“Fy kita ke rumah Shilla yuk! Bosen gue di rumah dan besok kita udah mulai sekolah. Hari terakhir libur, bolehlah kita pake jalan?” Ajak gadis ini pada Ify.

“Hayu aja sih vi, tapi yang jadi masalah itu, Shilla mau apa kaga? Lo taukan dia itu malesan banget keluar kalau udah ada di rumah.”

“Mau ga mau dia harus mau. Ayo sekarang, Fy! Gue jemput lo 15 menit dari sekarang!”

“Tapi vi....” Belum saja dia menyelesaikan omongannya, via telah menutup teleponnya secara sepihak. Dengan langkah malas dan mulut yang terus berkomat-kamit karena kekesalannya pada Via, Ify pun berjalan ke kamar untuk siap-siap.

“Tuh anak gila kali ya! Udah tau Shilla kaya gitu, dia malah ikut kaya gitu. Stress gue lama-lama sama mereka.” Batin Ify.

Tak butuh waktu yang lama, Ify sudah siap dan Sivia pun sudah menjemputnya.

“Ayoooo Ifyyyyy!!!!!” Teriaknya dari pintu depan rumah Ify.

“Gue ga budeg! Bisakan ga usah teriak-teriak di rumah gue!” Jawabnya kesal.

“Hehehhe yaudah ayo!” Sivia hanya menyengir dan langsung menarik Ify ke  mobilnya. Mobil mereka melaju sangat cepat membelah keramaian Kota Bandung. Namun sial, mereka terjebak macet dan jarak mereka masih lumayan jauh dari rumah Shilla.

Sebenarnya perjalana dari rumah Ify ke rumah Shilla hanya sekitar 30-45 menit, tapi karena kemacetan yang sangat panjang mereka memakan waktu satu jam untuk sampai ke rumah Shilla.

Mereka langsung masuk ke rumah Shilla karena memang itu sudah biasa. Bahkan satpam dan pembantu di rumah ini juga sudah sangat mengenal dua sosok gadis cantik ini.

Saat melihat keadaan di dalam rumah, mereka tidak menemukan sosok yang mereka cari. Namun mata mereka langsung mengarah pada pintu kamar yang mereka yakini bahwa Shilla ada disitu.

“Lo yakin, Vi?” Tanya Ify agak ragu. Sivia hanya menjawabnya dengan anggukan kecil dan senyuman.

Tanpa mengetuk pintu mereka langsung masuk, tapi sepertinya sang pemilik kamar tidak menyadari kehadiran mereka.

=======

Sejenak, ia ingin mengistirahatkan matanya. Perlahan dia mulai menutup matanya, namun tiba-tiba....

“SHILLAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!” Teriakan tersebut berhasil membuat Shilla jantungan.

“Kalian apa-apaan sih? KAN GUE UDAH BILANG KALAU MAU MASUK ITU KETUK PINTU DULU!” Jawabnya penuh emosi. Bagaimana tidak, saat dia akan terlelap kedua sahabatnya ini membuatnya spot jantung.

“Hehehehe maaf Shill. Kita Cuma pengen ketemu lo aja. Besok kan udah masuk sekolah, jadi hari ini gue mau kita kumpul gitu walaupun ga jelas hahaha” Kata Via sambil cengengesan. Shilla menatap sahabat satunya lagi yang hanya diam dan tumben sekali dia mau diajak kumpul oleh Sivia. Memang, diantara mereka Ifylah yang paling jarang kumpul karna rumahnya yang paling jauh dan orang tuanya menjaganya ketat. Seolah tau apa yang ada di pikiran Shilla, Ify menghela nafas dan mengangkat suaranya.

“Via maksa gue” Jelasnya dengan dingin.

Shilla hanya membulatkan mulutnya saja membentuk huruf “O”.

“Terus mau lo apa Sivia Azizah?” Tanya Shilla sinis.

“Gue Cuma mau kita kumpul aja. Soalnya gue kangen sama kalian. Gue takut besok kita ga sekelas.”Jawabnya sedih.

“Tau deh yang instingnya kuat. Udah dong gausah sedih gitu Vi” Tenang Ify. Dan dianta mereka Sivia adalah orang kedua yang instingnya kuat setelah Shilla. Kenapa kedua? Karna Sivia kadang tidak peduli dengan instingnya. Dia akan peduli pada instingnya bila itu menyangkut keluarga dan sahabatnya saja.

“Ya ya ya gue tau itu. Ga usah lebay gitu kali! Toh kalau ga sekelas aja kita masih bisa deket kan guys?” Shilla tidak suka semuanya jadi mellow begini.

“Nah, bener tuh kata Shilla.” Ify menyetujui ucapan Shilla.

“Yaudah, katanya mau seru-seruan. Kita mau ngapain, nih?” Tanya Ify lagi.

“Kita disini aja ya, Fy. Kita lakukan kegiatan rutin kita. Mulai dari main UNO sambil cerita terus udah itu makan terus....” Kata-kata Sivia terpotong karna Shilla.

“Berisik lo! Ga usah lo jelasin juga gue udah tau! Yaudah ayo mulai!” Shilla beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil kartu UNO. Mereka menghabiskan waktu bersama seperti tanpa ada beban. Mereka tertawa bersama. Kebahagiaan sangat terpancar dari wajah mereka. Oh iya, diantara mereka Shilla lah yang paling dewasa diantara mereka. Dia cewek yang sangat beda. Bahkan kedua sahabatnya itu sangat beruntung bisa bersahabat dengan Shilla. Shilla emang cuek sekali tapi dia gampang beradaptasi, namun untuk dekat dengan Shilla tidak semudah yang kalian pikirkan. Dan masih banyak lagi sifat Shilla yang lain yang bakal kalian tahu nanti.

=======

SMA ANGKASA

          Hari ini hari pertama masuk sekolah setelah libur sekian lama. Terlihat dari wajah siswa-siswi yang masih terlihat mengantuk. Namun tidak untuk ketiga gadis cantik ini. Mereka sangat bersemangat hari ini, tadi pagi mereka sengaja berangkat bareng supaya bisa mencari kelas mereka bersama. Ify telah menemukan kelasnya, namanya tertera di absen kelas XII IPA 1. Kelas Sivia berada di sebelah kelas Ify, XII IPA 2. Dan terakhir, kelas Shilla. Shilla masuk ke kelas XII IPA 3. Sesampainya di kelas masing-masing mereka heran. Kenapa mereka dipisahkan tapi kelas mereka bersebelahan?

“Yah pisah, deh. Gue kan Cuma deket sama tuh anak 2 doang” Batin Sivia dan Ify bersamaan. Padahal mereka berbeda tempat.

Namun bagi Shilla, ini hal biasa saja. Dia banyak kenal anak sekolah ini. Bahkan hampir satu sekolah dia kenal dan kenal dia.

“Shill, duduk bareng gue ya?” Tanya seseorang yang berhasil membuat Shilla terkejut.

“Okedeh.” Jawab Shilla sambil tersenyum ke arah Angel.

Ya, gadis itu bernama Angel. Teman yang lumayan dekat dengannya karena pada saat kelas X mereka satu kelas.

Di hari pertama mereka sekolah, mereka hanya menentukan struktur organisasi untuk kelas. Dan besok di hari kedua hanyalah pemberitahuan jadwal pelajaran tiap kelas. Selama di kelas dia risih karena ada seseorang yang selalu memandanginya. Setelah selesai, mereka boleh langsung pulang. Shilla segera menuju parkiran untuk mengambil mobilnya sekaligus menunggu kedua sahabatnya itu.

Saat sampai di parkiran, dia melihat cowo yang memandanginya di kelas tadi. Di belakangnya terdapat seorang cewek yang sibuk mengejarnya.

“Cissshhh.... cowok macam apa yang tega membiarkan wanitanya berlari ngos-ngosan seperti itu.” Batin Shilla sambil melihat tajam cowo tersebut.

Tanpa disadari kedua sahabat Shilla sudah berada di samping Shilla dan ikut memperhatikan arah pandang Shilla.

“Shill...” Suara Ify pelan sekali

“Woshhhh.... sejak kapan kalian disitu? Bikin gue kaget aja lo berdua!” Ujar Shilla kesal.

“Dari tadi Shillaaaa, lo nya aja yang ga nyadar kalau ada gue disini.”Jawab Via kesal.
Shilla hanya cuek saja mendengar omelan Via. Sampai akhirnya Ify mengeluarkan suaranya.

“Shillll.....”

“hmmm....”

“Kenapa tadi lo liatin mereka?” Ify menarik nafas lalu melanjutkan perkataannya. “Lo suka sama tuh cowo? Apa lo cemburu?”

“Hah?” Kata Shilla kaget, namun sebisa mungkin dia menyembunyikan kagetnya tersebut dan bersikap biasa.

“Siapa yang bilang? Gue ngeliatin karna gue kasihan sama tuh cewe! Bayangin aja dari lantai 2 tuh cewe ngejar cowo tapi si cowo tetep cuek aja tanpa memikirkan cewe itu sama sekali. Gue ga suka sama cowo itu! Kenal aja ngga! Najis gue suka sama cowo sok kaya dia!” Jawab Shilla kesal dan penuh emosi.

“Yaudah ayo pulang” Ajak Sivia yang sudah merasakan hawa panas disini.

Mereka langsung masuk ke mobil Shilla tanpa tujuan. Di dalam mobilpun mereka sibuk denga pikiran mereka masing-masing sehingga tidak ada percakapan yang terjadi.

“Guys kita mau kemana nih?” Setelah lama dalam diam akhirnya Sivia membuka suaranya.

“Gue balik aja deh Vi. Takut dimarahin papa.” Jawab Ify.

“Yah,Fy kita jalan dulu deh yayaya?” Ujar Via sambil menunjukan muka melasnya.

“Shill, lo setujukan kita jalan dulu? Ayo dong Shill.....” Pinta Via pada Shilla.

“Gue sih terserah lo berdua asal ga sampe sore aja. Gue juga sama takut dimarahin papa.” Jelas Shilla sambil tetap fokus mengemudi.

Sivia melirik ke arah Ify dengan muka melasnya. Ify hanya menarik nafas saja karna sudah tau Sivia akan ngomong apa.

“Iya, oke, gue ikut tapi jangan lama-lama, yaa!” Dan Ifypun akhirnya ikut.

“Oke, kita ke tempat biasa, Shill.” Perintah Sivia pada Shilla.

Karena jalanan lumayan sepi, mereka hanya memerlukan waktu 20 menit untuk sampai ke tempat tujuan mereka, kemana lagi kalau bukan toko buku. Mereka sering sekali menghabiskan waktu mereka di toko buku ini. Selain dekat dengan tempat makan, toko buku ini juga sangatlah lengkap.

“Gue mau beli novel dulu, yaa... Terserah kalian mau kemana, deh. Entar kita ketemu di cafe biasa samping toko buku ini, okeee?!” Jelas Shilla.

“Oke Shillaaaaa!!!! 30 menit doang yaaa! Jangan lama takut keburu sore!” Jawab Ify.

“Okeeee byeeee!” Shilla pun pergi mencari novel terbaru yang dia inginkan. Sama seperti Shilla, Ify pun mencari novel yang diinginkan. Sedangkan Via, dia malah baca-baca buku tentang cinta(Via ada-ada aja-_-). Setelah mendapatkan novelnya Shilla dan Ify membayar ke kasir tapi di kasir yang berbeda. Via tidak membeli apa-apa, karna memang Via tidak terlalu suka membaca. Merekapun bertemu di cafe yang sudah ditentukan.

“Lo beli apa, Shill? Dan lo beli apa tuh, Fy?” Tanya Via.

“Biasa, novel terbaru hahahha” Jawab Shilla sambil tertawa.

“Novel terbaru juga, tapi beda ko sama yang Shilla.” Jawab Ify sambil nyengir.

“Nah lo sendiri beli apa, Vi?” Tanya Shilla dan Ify barengan.

“Wishhhhh.... santaii kaliannnn.... Gue? Ga beli apa-apa hehehe” Jawab Via sambil cengengesan.

“Yaudah deh terserah lo. Mau pesen apa? Biar gue yang pesenin.” Kata Ify.

“Kaya biasa ajaaaa.” Jawab Shilla dan Via serempak.

“Oke tunggu yaaa” Ifypun beranjak dari tempat duduknya dan memesan makanan yang biasa mereka pesan.

========

“Lo kenapa sih Cak ngelamun mulu?” Tanya seseorang pada Cakka

“Kayanya gue mau putus deh sama Agni, gue suka sama cewe yang sekelas sama gue” Jawab Cakka.

“Lo ga gilakan? Emang lo suka sama siapa? Tega lo sama Agni kalau kaya gitu Kka.”

“Ya nggalah! Gue suka sama cewe yang ramah itu, Deb. Temen sekelas lo waktu kelas XI. Tega gimana maksud lo? Agni juga pernah kan mutusin gue demi cowo lain, dan saat dia tahu kalau cowo iti berengsek, dia balik lagi sama gue. Dan sekarang gue sadar kalau Agni cuman manfaatin gue doang” Bantah dan jelas Cakka pada sahabatnya yang ternyata bernama Debo itu.

“Oh jadi lo suka sama dia? Emang sih dia ramah dan baik banget sama semua orang. Tapi ya Kka, gue mau kasih tau sama lo. Susah buat deketin dia. Dia emang baik tapi cueknya parah banget Kka. Malah banyak yang nyerah buat deketin dia.” Jelas Debo.

“Tapi dia seru anaknyaaaa! Gue juga seneng banget kalau udah gangguin dia” Kata Riko.

“Iya tuh si Riko kasian tau sampe pipi sama idungnya merah banget dicubitin mulu sama lo” Kata Patton.

“Jadi lo deket sama dia,Rik?” Tanya Cakka kaget.

“Ga deket juga sih, Kka. Gue kan sekelas sama dia pas kelas XI dan dia itu emang baik banget, tapi kalau kita jahat sama dia, dia bahkan bisa lebih jahat sama kita. Cueknya emang cuek banget, Kka. Dia banyak ko deket sama cowo karna cowo pada jadiin dia tempat cerita gitu. Pemberi saran yang baik dia. Ya pokonya dia tuh bisa jadi Malaikat bisa juga jadi Setan.” Jelas Riko panjang lebar.

“Wah, Kka, gue ga yakin kalau lo pacaran sama dia. Lo kan cemburuan dan dia deket sama banyak cowo.” Ujar Rizky.

“Dan menurut gue, kalau lo mau deketin dia, lo harus rubah sikap lo, Kka.” Kata Riko.

“Gue setuju sama Riko.” Ujar Patton.

=======

        Setelah pesanan mereka sampai, mereka langsung melahapnya karna emang sejak pagi tadi mereka belum makan. Setelah selesai makan, merekapun bergegas pulang karna hari hampir sore.

“Lo mau langsung pulang kan Fy? Mau gue anter?” Tanya Shilla.

“Iya takut keburu sore, nih. Gausah, deh Shill. Kita beda arah, entar kalian kesorean” Jawab Ify.

“Gapapa kali, Fy. Udah yu cabut ajaa ntar makin sore.” Kata Via.

          Dan akhirnya mereka pulang bersama. Ify diantar oleh Shilla dan Via ke rumahnya. Tapi mereka tidak mampir dulu, karna sudah sore. Jadi Shilla dan Via juga langsung pulang ke rumah mereka masing-masing. Via juga diantar sama Shilla sampai rumahnya karna jarak rumah mereka memang tidak terlalu jauh.

======

Di kamar Cakka.

“Gue kenapa sih?” Tanya Cakka pada diri sendiri.

“Gatau kenapa, gue pingin banget lo jadi milik gue. Kayanya gue suka deh sama lo. Gue harus dapetin lo! Gimanapun caranya!” batin Cakka.

“On twitter ah, siapa tau ada yang nyangkut hahahaha”

Saat Cakka membuka twitternya, dia teringat nama cewe yang dia suka saat ini. Dia langsung mencarinya di kolom search dan ketemu! Dia langsung mengetweet untuk meminta follback.

@CakkaNRG ; Follback yaaa @...............

=======

         Sesampainya di rumah, Shilla langsung mandi dan karna tidak ada kegiatan, diapun hanya on twitter saja. Dia membalas semua mention yang masuk yang meminta follback padanya. Dan ada satu mention yang bikin dia kaget sendiri.

“Ini cowo rese itukan?” batin Shilla.

“Bodo, ah. Kan dia Cuma minta di follback doang.” Ujar Shilla pada dirinya sendiri.

@ashillazhrtiara ; sudah ya RT @CakkaNRG : Follback yaaa @ashillazhrtiara

Tak lama kemudian ada sebuah pesan di twitternya.

@CakkaNRG ;  Hai

“Nih cowo ngapain coba? Bales jangan, ya? Bales aja deh, siapa tau penting” batin Shilla.

@ashillazhrtiara ; ada apa?

“Udah ah, mau makan dulu gue.” Shillapun segera turun ke ruang makan karena perutnya sudah meminta untuk diisi.

=======

         Saat Cakka membuka twitternya, dia teringat nama cewe yang dia suka saat ini. Dia langsung mencarinya di kolom search dan ketemu! Dia langsung mengetweet untuk meminta follback.

@CakkaNRG ; Follback yaaa @ashillazhrtiara

“Kebetulan banget dia lagi on” Ujar Cakka.

Tak lama kemudian ada mention masuk ke twitternya Cakka.

@ashillazhrtiara ; sudah ya RT @CakkaNRG : Follback yaaa @ashillazhrtiara

“Yessssssssssss!!!!!!! Gue di follbackkk huaaaaaaaaaa!!!!!!” Teriak Cakka kegirangan.

“Gue chat ah sama dia sekalian pedekateee hehehe”

@CakkaNRG ; Hai

“Ayodonggg balesss plisssss” mohon Cakka entah ke siapa. Setelah lumayan menunggu balesan, ada sebuah pesan masuk dan sukses membuat Cakka kaget.

@ashillazhrtiara ; ada apa?

Bagaimana tidak? Memang itu dari cewe yang dia tunggu. Tapi balasannya hanya 2 kata saja dan tidak membalas sapaannya. Cakkapun dengan sabar mengechat lagi wanita yang dia suka itu.

@CakkaNRG ; engga ko, cuman pingin kenalan aja sama kamu:D

=======

          Setelah selesai makan, Shilla kembali ke kamarnya dan melihat banyak sekali notif di Iphonenya. Dan yang bikin Shilla kaget adalah si cowo sok itu membalas lagi pesannya, padahal dia sudah cuek sekali menjawabnya. Shillapun membuka pesan dari cowo tersebut.

@CakkaNRG ; engga ko, cuman pingin kenalan aja sama kamu:D

Dengan kesal Shilla membalas pesan itu.

@ashillazhrtiara ; oh

@CakkaNRG ; Lagi ngapain?:D

@ashillazhrtiara ; penting banget, ya buat lo tau?

@CakkaNRG ; Jutek banget sihL Aku Cuma pingin tau aja ko:’)

@ashillazhrtiara ; Terserah lo deh

Karena kesal diganggu, Shilla memilih untuk tidur.

=======

Cakkapun dengan sabar mengechat lagi wanita yang dia suka itu.

@CakkaNRG ; engga ko, cuman pingin kenalan aja sama kamu:D

Lama dan lama sekali Cakka menunggu balesan tersebut dan akhirnya dibalas dan balesan tersebut sukses membuat Cakka membulatkan matanya.

“Nih cewe beneran bikin penasaran. Jutek banget deh. Bener kata Riko, buat deketin dia ga gampang.” Ujar Cakka

@ashillazhrtiara ; oh

Begitulah balasan Shilla. Cakkapun memberanikan diri memulai chat lagi.

@CakkaNRG ; Lagi ngapain?:D

Tak lama ada pesan masuk.

@ashillazhrtiara ; penting banget, ya buat lo tau?

“Gila yaa emang nih cewe, sumpah gue harus bisa dapetin dia!” batin Cakka. Cakka segera membalas pesan tersebut.

@CakkaNRG ; Jutek banget sihL Aku Cuma pingin tau aja ko:’)

@ashillazhrtiara ; Terserah lo deh

“Nih cewe bikin gue bingung, udah dibaikin tetep aja jutek. Gue bales dulu deh.”

@CakkaNRG ; Yaudah, jangan lupa makan ya dan jangan tidur kemalemanJ

“Bodo ah entar dibales kek gimana. Mending cabut gue mah!”

TBC

Kira-kira Shilla bales apa yaaa?
Cakka bakalan mutusin Agni ga?
Berhasil ga Cakka dapetin Shilla?


Tunggu part selanjutnya yaaa! Btw kasih like atau comment yaaa!!!!

Hallo, Apa Kabar?

 Sudah sejak lama dari terakhir aku menulis disini. Padahal setiap hari, aku selalu menulis dalam sepi. Apa kabar kalian? Aku harap kalian s...