Kali ini posisiku benar-benar berada dalam posisi sudah sangat lelah. Sudah tak mampu lagi menahan semua rasa sakit ini, tak mampu lagi membendung semua air mata ini, tak mampu lagi untuk berpura-pura tersenyum, berpura-pura kuat, dan berpura-pura baik-baik saja.
Kali ini aku benar-benar rapuh. Aku memilih untuk mundur. Aku muak dengan semuanya. Aku lelah bertahan dalam pengabaianmu, lelah berjuang sendiri untukmu. Sedangkan kau? Kau tak pernah menyadari itu! Telah lama aku mencoba bertahan dari semua sikapmu itu. Namun sekarang, hati ini sudah tak mampu lagi untuk mempertahankan semuanya. Hati ini sudah terlalu tersiksa oleh semua rasa sakit yang kau buat. Hati ini sudah terlalu banyak menanggung semuanya.
Aku sudah lelah untuk menghadapi semuanya. Langkah kaki inipun sudah tak tentu arahnya. Semuanya menjadi buyar. Sepertinya dia sudah mulai menjadi segalanya dalam hidup ini..
Dulu, dia adalah sosok bayangan nyata yang ada dalam hari-hariku sekaligus menghiasi setiap hari yang ku lalui. Namun, sekarang kau hanyalah bayangan ilusi, bagaikan fatamorgana yang hanya ada dalam khayalku saja dan tak akan pernah menjadi nyata.
Kini dia sudah berubah! Dia bukanlah dia yang dulu ku kenal. Hingga rasa inipun berubah secara drastis menghadapi perubahan sikapmu itu.. Dan aku bisa apa? Aku hanya bisa diam, memendam segalanya. Karena kau adalah orang yang keras kepala! Tak bisa ku beri tahu! Jika ku memberi tahumu yang ada kau malah memutar balikan fakta yang ada. Dan akhirnya jadi kau yang menyalahkanku, menuntutku ini itu. Kau pikir aku robotmu? babydollmu? Yang bisa kau atur sesukamu, kau perintah semaumu, dan kau mainkan kapanpun?! Seolah-olah aku ini hanya pelarian kala dirimu merasa kesepian dan sendiri. Kau memang terlalu sibuk membahagiakan orang-orang di sekitarmu,Bodoh! Sehingga aku yang berada disampingmu tak kau hiraukan dan kau abaikan. Aku hanya ingin kau sadar, menghargaiku, keberadaanku, dan juga perasaanku! Apa itu hal yang sulit untuk kau lakukan? Mungkin kau memang sulit melakukan semua itu. Karena dari dulupun aku memang tak pernah penting dimatamu. Sehingga kau sulit untuk menghargai aku di hidupmu. Apa aku terlalu senpurna untuk kau perjuangkan? Sehingga kau takut berjuang lebih untukku? Entahlah, yang jelas kau terlalu buta karena orang-orang di sekitarmu dan terlalu buta untuk melihat siapa orang yang benar-benar menyayangimu.
Dan kini saatnya aku untuk pergi. Memilih untuk meninggalkan semua rasa pahit ini dan mencari sebuah kebahagiaan yang aku harapkan. Aku akan mencoba menghapus segalanya dan menutup setiap lembaran kusam yang penuh air mata itu. Akan ku ganti lembaran itu dengan lembaran baru. Proses yang tidak mudah memang dan tidak pula sebentar. Namun, aku akan tetap melakukannya demi memulihkan kembali hati ini..
"Selama ini aku yang selalu mengalah
Hingga hati inipun lelah
Dan kini aku memilih untuk menyerah"
Dari seorang babydollmu,
Yang selalu sabar dengan setiap

No comments:
Post a Comment