Sunday, 16 August 2015

Cinta Takkan Salah - 3

     Haiiiii readerrrrr!!!! Aku balik lagi bawa part 3nya nih, semoga suka yaaa;;)

     Maaf banget kalau ngaret.

     Maaf banyak yang typo.

     Dan Happy Reading guysssss!!!!!;;)


=======


    Sesampainya di rumah masing-masing, baik Shilla, Ify maupun Via langsung mandi karena hari ini mereka sangat penat sekali.

      Setelah selesai mandi, Ify lebih memilih untuk menyelesaikan tugas sekolahnya.


=======


     Lain halnya dengan Via, tadinya, Via akan melakukan hal yang sama seperti Ify, namun seperti biasa, ada pesan yang mengganggunya.

From Alvin ;

Hai Via:D Lagi ngapain?

“Nih cowo ngapain, sih?” gerutu Via.

To Alvin ;

Lagi ngerjain tugas

From Alvin ;

Oh:D Vi, gue mau tanya boleh?

To Alvin ;

Nanya apaan?

From Alvin ;

Ify udah punya pacar belum?

“Alvin suka sama Ify?” batin Via

To Alvin ;

Emang kenapa? Lo suka sama Ify?

From Alvin ;

Cieee lo cemburu ya?;) tapi bukan gue, ada temen gue yang naksir Ify

To Alvin ;

Oh


From Alvin ;

Dih neng Via ngambek:p

Aduh Via.... ngapain juga lo nanya kaya gitu jadinya gini kan...” sesal Via.

      Setelah berbalas pesan lumayan lama dengan Alvin, akhirnya Sivia pun memilih untuk mengerjakan tugasnya yang sudah meminta untuk dikerjakan dan tidak membalas pesan dari Alvin lagi.


========


     Shilla sudah selesai mengerjakan tugasnya. Memang setelah selesai mandi, Shilla memilih untuk segera menyelesaikan tugasnya, agar tidak menumpuk katanya dan supaya bisa santai saat malam.

DRTTTTTTT

    Seperti biasa, ada pesan dari dua orang yang saat ini selalu membuatnya risih sekaligus bingung.

“Cakka Raka.” Guman Shilla

From Cakka ;

Udah sampai rumah Shill? Jangan lupa makan ya Shill:D

From Raka ;

Hai Shill, inget jangan lupa makan ya;)

“Lo berdua tuh kenapa sih? Bingung gue sama kelakuan lo berdua. Kayanya bakalah ada  yang terjadi sama gue besok. Gue harus hati-hati.” Gumam Shilla.

To Cakka ;

Udah

To Raka ;

Iya

     Jam dinding di kamar Shilla sudah menunjukan pukul 8 malam. Dan Shilla belum makan sejak pulang sekolah tadi. Dia terus memikirkan perasaan gelisah yang menyelimutinya. Entah apa yang terjadi, Shillapun tidak tau. Seperti biasa, Shilla memilih menceritakan ini pada sahabatnya walaupun hanya lewat skype.

“Hallooooooooo Shillaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!” teriak Via dan Ify di sebrang sana.

“Kalian tuh ya. Ga langsung ga di telfon suka banget teriak-teriak. Heran gue.” Protes Shilla.

“Hehehehehe maaf deh Shill maaf. Eh btw ada apa lo telfon kita?” tanya Via

“Iya nih Shill. Tumben banget.” Timpal Ify

“Gue lagi gaenak hati niih” Jawab Shilla lemas.

“Gue juga gitu Shill” Ujar Via.

“Lo berdua pada kenapa sih?” Tanya Ify polos

“Gini Fy, gue punya feeling bakalan ada sesuatu yang terjadi sama Shilla, tapi gue gatau  apa” Jelas Via

“Iya Fy, gue juga sama kaya Via.” Timpal Shilla

“Ohiyayaya gue ngerti deh yang feelingnya pada kuat. Yaudahlah berdoa aja semoga ga terjadi apa-apa. Jadi sekarang mendingan kita tidur deh yokkk! Udah ngantuk nih gue.” Rengek Ify

“Yaudah deh. Bye!” Ujar Shilla

     Shillapun langsung mengakhiri skypenya dengan Via dan Ify dan mematikan laptopnya. Setelah itu ia berniat untuk tidur. Namun iphonenya bergetar tanda ada pesan masuk.

DRTTTTTTTT

From Cakka ;

Good Night Shill:D

      Setelah membaca pesan tersebut, Shilla memilih untuk tidur dan tidak membalasnya.


=======


      Seperti biasa, kalau malam seperti ini Angel selalu on twitter. Saat ia melihat pesan masuk di twitternya, ada satu pesan dari seseorang. Pesan tersebut berisi “Ngel, besok bantuin gue ya buat nahan Shilla. Gue mau nembak Shilla besok.”

“Nih orang ngebet banget kali ya sama Shilla, sampe segitunya banget.” Batin Angel. Angelpun membalas pesan tersebut.

@AngelPieters ; Gue tahan sebisa gue ya, dan gue ga janji. Shilla instingnya kuat. Pasti sekarang aja dia udah tau deh kalau lo bakalan nembak dia.

Tak lama kemudian ada balesan dari orang tersebut.

“Oke. Pokonya tahan sebisa lo. Kalau emang gabisa, bisa besoknya kan?”

@AngelPieters ; Iyaiya. Goodluck deh. Semoga lo ga ditolak sama dia wkwkwk:v udah ah gue mau ke alam mimpi dulu hahaha

“Iya sip. Doain ya hahaha mudah-mudahan sih ngga Ngel.”

     Angelpun memilih untuk tidur dan tidak membalas pesan tersebut karena jam sudah menunjukan angka 11, artinya sudah hampir tengah malam.


=========


     Shilla berangkat ke sekolah dengan hati yang masih tak karuan, dia selalu was-was karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sesampainya di sekolah, dia juga langsung masuk ke kelasnya tanpa bertemu sahabat-sahabatnya terlebih dahulu. Sivia dan Ify pun memaklumi sikap sahabatnya itu hari ini. Mereka sangat tau kalau Shilla sedang seperti ini, ia tidak mau diganggu oleh siapapun termasuk sahabatnya sendiri.

   Sepanjang pelajaran, tak ada satu materipun yang masuk ke dalam pikirannya. Pikirannya melayang entah kemana. Angel yang melihat keanehan Shilla akhirnya membuka pembicaraan.

“Lo kenapa sih, Shill? Dari tadi ngelamun terus” Tanya Angel.

“Oh ngga ko gue gaapa-apa” Jawab Shilla sambil tersenyum.

“Serah lo deh. Oh, iya, gue mau minta lo temenin gue entar nunggu Ray futsal. Gaada  temen, nih. Marga ada kerja kelompok jadi dia ga nungguin Carvin.” Pinta Angel.


------FLASHBACK ON------


     Saat Marga tengah jalan dengan Carvin tiba-tiba ada Angel yang datang dari arah berlawanan dengan Ray.

“Hai, Bro!” Sapa Ray.

“Hai juga. Oh iya hari ini kita latihan nih buat tanding bulan depan.” Ujar Carvin.

“Oke deh siap kapten. Gue pasti datang ko.” Kata Ray.

“Kamu ada latihan hari ini Vin?” Tanya Marga pada kekasihnya tersebut.

“Iya say, hari ini dan seterusnya kita bakal sering latihan buat persiapan tanding bulan  depan.” Jelas Carvin.

“Tapi hari ini aku ada kerja kelompok, maaf aku gabisa nemenin kamu.” Ucap Marga lemas.

“Ga apa-apa ko sayang.. Kamu kerjain tugas kamu aja yaaa.” Ujar Carvin sambil mengelus puncak kepala Marga.

“EKHMMMMM DISINI ADA ORANG PA BU PERMISI.” Teriak Emir yang baru datang bersama Tiara. Tiara hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kekasihnya tersebut.

Kesempatan gue buat ajakin Shilla nih.” Batin Angel.

“Hehehhe sorry sorry. Yaudah aku ke kelas dulu ya yang.” Pamit Carvin sambil mencubit pipi Marga.

“Eh tunggu-tunggu, gue datang ko kalian bubar sih? Gitu banget kalian sama gue?” Ujar Emir sok sedih.

“Gue sibuk.” Ujar Ray dan Carvin barengan.

“Yaelah lo pada gitu amat.” Keluh Emir.

     Yang lain hanya tersenyum saja melihat kelakuan anak-anak futsal ini. Dibalik ketampanan dan kharisma mereka di lapangan, ternyata mereka mempunyai sifat yang sangat unik. Apalagi romantisme mereka dengan pasangan masing-masing. Akhirnya merekapun bubar dan masuk ke kelasnya masing-masing. Ray dan Angelpun pergi menuju kelas mereka masing-masing.

        Marga itu sekelas dengan Ify, sedangkan Tiara dan Carvin teman sekelas Shilla dan Angel, Tiara duduk dengan Zevana. Ray dan Emir satu kelas, mereka teman sekelasnya Via.


------FLASHBACK OFF------


“Kenapa harus gue?” Tanya Shilla malas.

“Ya gapapa sih, Shill. Mau yayaya?” Paksa Angel.

“Gatau deh, Ngel. Gimana nanti aja ya. Perasaan gue lagi gaenak nih, jadi bawaanya gue  pengen di rumah terus.” Jelas Shilla.

Udah gue duga, Shill. Lo pasti bakalan tau apa yang bakal terjadi sama lo.”Batin Angel.

“Yah, Shill.... Plissss Shillll.... Sekali ini aja Shill..” Angel mulai memohon dengan muka melasnya pada Shilla. Tapi sayangnya Shilla tidak tersentuh oleh muka melas Angel.

“Muka lo minta gue tabok, Ngel.” Ketus Shilla.

“Gitu banget sih lo sama gue, Shill. Udah kali perasaan lo itu gausah terlalu dipikirin. Itu perasaan lo doang ko. Percaya deh sama gue.”

“Bodo amat ah, lo sih masang muka kek gitu. Lo tau guekan, Ngel? Gue gaakan kaya gini kalau gaada yang bakal terjadi. Gue Cuma takut kejadian itu adalah kejadian buruk.” Jelas Shilla lemas.

Iya gue tau lo, Shill. Bahkan gue juga tau apa yang bakalan terjadi sama lo. Gue pengen ini terbaik buat lo. Gue gasuka kalo Raka deketin lo terus. Makannya gue kaya gini.” Batin Angel.

“Iya, gue tau banget ko lo kaya gimana. Cuma kalau lo mikirin itu terus, pelajaran lo bakal ga fokus, Shill.”

“Iya iya gue tau. Udah ah, yu kita kerjain tugasnya, jangan ngobrol mulu.” Akhirnya Shilla dan Angel memilih mengerjakan tugas yang tadi diberikan oleh Bu Firda.

      Entah mereka sadari atau tidak, daritadi ada seseorang yang memperhatikan mereka.

“Woy ngelamun aja lo bro!” Kata Goldi mengagetkan.

“Eh, ngga ko di. Gue Cuma lagi bingung aja.” Jawab Cakka.

“Bingung kenapa?”

“Ya, gue bingung. Kok bisa ya gue suka sama cewe yang baru gue kenal?” Ujar Cakka heran.

“Ya, mungkin karna lo yakin dia yang terbaik buat lo.’

“Tau de, gue bingung banget.” Serah Cakka.

“Inget ya Kka, lo dapetin dia ga gampang. Jadi jangan sia-siain kalau udah lo dapetin. Ubah sifat buruk lo. Jangan bikin di jatuh cinta sama lo tapi lo malah bikin dia sakit.” Pesan Goldi.

“Iya gue akan selalu inget ko.”

“Semoga emang lo yang terbaik Shill.” Batin Cakka.

     Setelah lama bergelut dengan pelajaran, akhirnya bel istirahat berbunyi. Semua siswa sangat antusias karena perut mereka sudah minta diisi. Namun, Shilla hanya diam di kelasnya. Via dan Ify yang semula akan pergi ke kantin malah berbalik menuju kelas Shilla. Mereka tau kalau Shilla seperti ini, semuanya akan berantakan.

“Haiiiii Shillllllll” Teriak Via dan Ify.

“Lo berdua apaan sih?” ketus Shilla.

“Yaampun Shill, tega banget sama kita. Kita kesini karna takut lo kenapa-kenapa. Kita mau ngajak lo ke kantin. Walaupun gue tau lo pasti gamau.” Jelas Via sedih.

“Gue lagi ga mood Vi maaf..” Maaf Shilla tulus.

“Gue juga tau ko Shill, yaudah lo mau nitip ga? Ntar gue yang beliin. Gue gamau penyakit maag lo itu kambuh.” Kata Via.

“Shill, gue tau ko lo lagi stress banget mikirin sesuatu yang lo rasain. Tapi lo juga harus tetep semangat dong jangan lemes kaya gini.” Ucap Ify menyemangati.

“Iya Fy.. Thanks yaaa.” Ujar Shilla sambil tersenyum.

“Yaudah, gimana nih? Mau ke kantin ga? Yuu ntar keburu masuk.” Kata Sivia.

“Yaudah iyaa gue ikutttt.” Shilla langsung beranjak dari tempat duduknya dan merekapun langsung menuju kantin.

Disisi lain....

“Tumben diem terus lo Kka.” Kata Patton.

“Gue ada rencana hari ini mau nembak dia.”

“Lo udah yakin?” Tanya Riko tak yakin dengan keputusan Cakka.

“Iya gue yakin. Gue gabisa gini terus. Bisa masuk RSJ gue gara-gara dia.”

“Gue sih dukung lo aja, asal itu baik buat lo.” Ujar Ozy.

“Inget ya, Kka sama kata-kata gue kemarin. Gue gamau lo nyakitin dia. Lo nyakitin dia dikit, sahabatnya bakalan ngelabrak lo seRT.” Ucap Riko mengingatkan.

“Iya gue inget ko. Emang sahabat dia sebanyak apa coba? Berlebihan banget lo mah.” Tanya Cakka.

“Heh, yang peduli sama tuh cewe banyak banget. Yang sayang sama dia juga banyak banget. Yang suka apalagi. Kalau lo sampe nyakitin dia setelah dia milih lo, siap-siap aja lo digebukin sama cowo yang selama ini juga pengen jadi pacar tuh orang.” Jelas Patton.

“Wah bakalan banyak hati yang potek nih kalau sampe si Cakka jadian hahahha.” Canda Ozy.

“Tapi ya Kka kalau misalkan lo gamau sama dia juga gapapa ko buat gue aja wkwkwk” Ujar Sion.

“OH TIDAK BISA! Awas aja kalau sampe lo embat. Gue bunuh juga lo.” Setelah mendengar ucapan Cakka seperti itu semuanyapun tertawa.

     Setelah istirahat tadi, Shilla langsung kembali lagi ke kelasnya. Dia tidak mau sesuatu yang buruk terjadi. Entah kenapa, firasat Shilla tiba-tiba tertuju pada salah satu lelaki yang saat ini berusaha mendekatinya.

       Pelajaran pun dimulai kembali. Konsentrasi Shilla hari ini memang sangat amat kacau. Tak ada satupun pelajaran yang masuk ke otak Shilla. Via dan Ify yang berbeda kelas dengan Shilla sangat mencemaskan kondisi sahabatnya tersebut. Angelpun yang duduk di sebelah Shilla, menghawatirkan keadaan Shilla yang melamun terus selama jam perlajaran.

        Akhirnyaaaaaaa!!!!!! Bel pulang pun bergema seantero sekolah. Ify pulang cepat karna hari ini ada les. Alhasil, Shilla pulang hanya dengan Via.

          Saat akan beranjak menuju gerbang sekolah, ada yang memanggil Shilla.

“SHILLAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!” Teriaknya.

“Apaan sih. Berisik tau ga?!” ketus Shilla.

“Lo jadi temenin gue ga?” Tanya orang tersebut.

“Ngga deh, Ngel. Sorry yaaa! Gue harus pulang cepet dan Via juga udah nungguin gue  tuh.” Jelas Shilla.

Shill, insting lo emang ga pernah bisa error kali ya. Peka banget sih lo. Heran gue.” Batin Angel.

“Oh yaudah deh gaapa-apa, lain kali aja. Hati-hati ya Shilll!”

“Sekali lagi maaf ya, Ngel. Gue duluan.” Shilla langsung menuju ke gerbang karna Via sudah menunggunya disana.


========


“Ngel gimana?”Tanya orang tersebut.

“Sorry, Kka. Dia udah balik.” JawabAngel lemas.

“Loh ko lo bolehin balik sih?” Nada suara Cakka meninggi.

“Guekan pernah bilang sama lo. Insting dia sangat kuat dan ga pernah salah. Dia bakalan tau hal yang bakal menimpa dia. Jadi ya dia ngehindar mungkin.” Jelas Angel.

“Arghhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!! Yaudah deh besok lagi aja. Thanks ya, Ngel.” Pasrah Cakka sambil berlalu.

Angelpun pergi dari situ menuju lapangan futsal. Ia berjalan dengan gontai.

“Kenapa sayang? Ko lesu sih?” Tanya Ray lembut.

“Ngga ko, ga ada apa-apa.”

“Masalah Cakka ya?” Tanya Ray lagi.

“Cakka?” Angel malah balik nanya.

“Iya, aku tau ko dia minta bantuan kamu kan buat nembak temen kamu.” Jelas Ray.

“Ah, iya, eh tapi ko kamu tau sih?” Heran Angel.

“Taulah, aku baca chat kamu sama dia di twitter. Udah lah gausah terlalu diambil pusing. Emang ribet banget ya buat dapetin itu cewee?” Saran dan tanya Ray.

“Ohyayayya. Yaiyalah, susah buat dapetin tuh anak. Terlalu peka dia mah.” Keluh Angel.

“Yaudah deh. Semangat yaaa kamuu!” Ujar Ray menyemangati sambil mengecup kening Angel.

“Kamu masih lama ga? Aku pengen pulang.” Rengek Angel.

“Ngga ko, aku udah selesai. Yaudah yuk kita pulang. Aku pamit dulu sama pelatih yaa. Kamu tunggu sini.” Ray pun menghilang dari hadapan Angel.

       Setelah berpamitan, Ray langsung menghampiri lagi Angel dan merekapun langsung pulang karena Angel terlihat sangat lelah.


=======


“Hai Vi, sorry lama.”

“Gapapa ko, Shill. Lo darimana aja?” Tanya Via.

“Ga dari mana-mana. Cuma tadi si Angel ngajakin gue nonton anak futsal yang lagi  latihan.” Jelas Shilla.

“Oh yaudah, yuk kita balik.” Usul Via.

“Tunggu-tunggu. Ko ada lo sih Cha? Lo sekelas sama Via? Dan lo murid baru waktu kelas 11 kan? Dan lo siapa?” Tanya Shilla heran. Pasalnya, Via tidak sendiri, tapi dia membawa 3 orang temannya.

“Iya, Shill, gue sekelas sama Via, kemana aja lo? Kelas 11 jarang banget kita ketemu, padahal satu sekolah.” Jawab orang yang disapa ”Cha” tersebut.

“Yaampun Acha, lo kali yang kemana? Lu kan masuk komunitas, ya mana gue bisa deket sama lo, ge kan bukan anggota hahahha, gimana sama Zahra? Lo masih deket sama dia?” Jelas dan tanya Shilla diselingi tawa.

       Sebenarnya Shilla sudah mengenal Acha dari awal dia masuk sekolah. Mereka sangat dekat saat kelas 10. Namun, saat kelas 11 mereka agak jauh karena Acha dan Zahra masuk komunitas di sekolahnya.

“Iya sih hahahha, tapi kayanya kita bakal makin nempel nih di kelas 12 hahhaha. Iyalah. Gimana ga deket? Orang tuanya suruh gue jagain dia biar dia ga terjerumus sama pergaulan yang ga bener.” Jelas seseorang yang bernama Acha itu.

“Iya deh terserah lo. Eh btw lo berdua siapa? Kita belum kenalan hehhe.” Tanya Shilla.

“Yang ini Irva, Shill. Iya dia pindahan waktu kelas 11. Yang pernah berantem sama Jessie di mall hahaha. Yang satu ini namanya Oik. Dia dulunya kelas 11 IPA 5.” Jelas Via sambil memperkenalkan 2 teman barunya itu.

       Sebenarnya itu temannya Acha. Tapi karna Via kenal sama Acha walaupun dari Shilla, jadilah sekarang temen sekelas Via yang deket hanya Acha dan 2 teman Acha ini.

“Oh iya iya. Gue tau. Lo anak satu komunitas sama Acha kan? Salam kenal ya sama lo berdua, lo bisa panggil gue Shilla.” Irva dan Oik hanya mengangguk. Dan tersenyum pada Shilla.

“Yaudah yuk balik keburu sore.” Ajak Via.

       Mereka akhirnya pulang menggunakan kendaraan umum. Selama di perjalanan mereka hanya bercerita saja, dari hal yang penting sampai yang sangat tidak penting.

“Eh Cha, si Zahra sekarang cowonya siapa?” Tanya Shilla penasaran karena diantara mereka, Zahra paling sering mengganti pacarnya.

“Kemarin dia baru putus sama Deva. Dan katanya lagi deket sama Gabriel.” Jawab Acha.

“Duh yaampun si Zahra ga pernah berubah ya hahaha.”

“Emang bawaan orok hahahha” Acha dan yang lainpun ikut tertawa.

      Tak terasa satu per satu dari mereka turun dari angkutan tersebut. Percakapan mereka membuat waktu dan perjalanan seperti sangat singkat. Yang terakhir turun adalah Shilla dan Acha. Tapi yang paling terakhir adalah Acha.

“Cha, gue duluan ya. Hati-hati Cha ntar ada yang nyulik hahahha byeeee!!!!” Pamit Shilla.

Shil, lo emang ga berubah ya Shil. Gue tau sekarang lo pasti lagi punya insting gaenak hahaha gue tetep tau kan Shill?” Batin Acha.

         Akhirnya Achapun sampai di rumahnya.


===========


      Sesampainya di rumah Shilla langsung masuk ke kamarnya. Dia sudah benar-benar lelah hari ini. Apalagi hatinya yang tak kunjung tenang. Mama Evhy yang sudah sangat tahu sifat Shilla hanya tersenyum saja melihat tingkah putrinya itu. Bukannya ia tak ingin tahu, hanya saja Shilla tidak akan cerita sebelum dia benar-benar pusing sendiri. Jadi mama Evhy hanya membiarkan putrinya tersebut, seolah tak tahu apa-apa.

“Shillaaaaaa!!!!! Langsung mandi yaaa dan kalau sudah langsung turun. Kita makan bersama.” Teriak Mama Evhy dari bawah.

“Iyaaaaa Maaaaaaaaaaaa!” Jawab  Shilla dari atas dengan teriakan yang menggema(?)

       Seperti apa yang di perintahkan oleh mamanya. Shilla langsung mandi. Tapi setelah itu dia mengerjakan tugasnya terlebih dahulu, baru dia turun untuk makan bersama. Begitulah rencananya. Namun, jam sudah menunjukkan pukul 7 malam dan Shilla malas sekali untuk makan walaupun sedari tadi mamanya terus memanggil.

“Shilla ayo kita makan dulu sayang.” Ujar Mama Evhy lembut.

“Mama pada makan duluan aja. Shilla ga laper. Shilla malah ngantuk banget, Ma. Shilla mau tidur saja.” Jelas Shilla dengan mata yang sayu.

“Yasudah, kamu istirahat saja ya kalau gitu.” Mama Evhy langsung keluar dari kamar Shilla karna tak ingin mengganggu putrinya.

“Hftt bingung ah gue. Mending tidur deh.” Shilla akhirnya tertidur pulas. Ia mencari ketenangan dalam tidurnya. Karna jika sudah bangun, Shilla pasti akan merasakan perasaan aneh itu lagi.


=========


        Seperti malam sebelumnya, anak-anak ini berkumpul disini. Di rumah Zevana.

“Juliannnnnnn, gue pengen soto nih.” Rengek Zevana.

“Iya sayang ntar aku beliin ya.” Jawab Julian.

“Gamau nanti, mau sekarang.” Keukeuh Zevana.

“Yaudah, tunggu ya, aku beliin dulu.” Pasrah Julian. Zevana selalu saja seperti itu. Zevana berada dalam lingkungan keluarga yang broken home. Sehingga dia selalu mengemis perhatian pada siapapun. Beruntung ia mendapatkan Julian. Dia sangat sayang sekali pada Zevana walau sering disakiti oleh Zevana.

“Si Agni mana? Tumben dia ga datang?” Tanya Zevana.

“Dia ga dibolehin keluar sama bokapnya.” Jawab Zahra.

“Eh lo gimana sama Iel?” Tanya Zeva.

“Ga gimana-gimana.”

“Lo tuh yah. Kasian tau, Iel ngejar lo dari kelas 11 dan sama lo ga di respon terus. Waktu itu malah lo suruh jadian sama Agni. Lo ga gilakan Ra?” Kesal Zeva.

“Iya gue tau ko, sampai gue yakin aja dulu, ntar juga gue terima dia. Dulu kan si Agni ngebet banget sama Iel, yaudah daripada gue berantem sama dia, mending gue kasihin aja si Iel.” Jelas Zahra.

“Tapi sekarang udah ngga bisa gitu. Lo selalu ngalah sama Agni dan termasuk cowo. Itu ga baik Ra.”

“Tapikan Agni emang selalu mau apa yang gue punya, yaudahlah bodo amat.”

“TAPI ZAHRAAAA!!!!..............” Teriak Zeva kesal.

“Gausah teriak woy! Ntar itu cowo yang dibawah pada denger.”

“Terserah.” Serah Zeva kesal dengan kelakuan Zahra.

      Tak berapa lama, Julian datang membawa soto yang tadi dipesan oleh kekasihnya Zevana.

“Sotonya datang tuan putriiiii.” Teriak Julian sambil membawa semangkuk Soto.

“Aaaaa makasih yaa Ian.” Ujar Zeva sambil mengecup pipi kanan Julian.

       Karna Zahra gamau jadi obat nyamuk antara mereka. Akhirnya dia memutuskan untuk ke ruangan TV dan menonton TV. Saat sedang asik menonton TV, ada seseorang yang menghampirinya.

“Hai Ra” Sapa orang tersebut.

“Hai Iel” Balas Zahra singkat.

“Jutek amat Ra.”

“Ngga ko biasa aja. Ada apa Iel?” Tanya Zahra.

“Ngga apa-apa ko, Cuma pengen deket sama lo aja. Entar lo pulangnya gue anter ya.” Jelas Iel.

“Gue ga langsung pulang, gue mau ke rumah temen gue dulu.”

“Yaudah ga apa-apa, gue anterin lo kemana pun lo mau.” Kata Iel sambil tersenyum.(Author meleleh disenyumin Iel wkwkwkwk=)))).

“Serah lo deh. Yaudah balik aja yu, entar keburu malem nih udah hampir jam 7 nih.” Ajak Zahra.

“Yaudah yuuu.” Refleks Gabriel pun menarik tangan Zahra dan menuntunnya. Zahra hanya diam saja melihat perlakuan Iel padanya. Disisi lain ada seseorang yang memandangnya tak suka. Ternyata, Agni baru saja datang dan berniat akan ikut berkumpul dengan mereka. Tapi yang dia lihat malah seperti ini, membuatnya malas untuk masuk ke rumah tersebut. Sehingga dia memutuskan untuk pulang. Deva juga yang melihat adegan tersebut sedikit kesal. Bagaimana tidak, dia baru saja putus deg=ngan Zahra, dan itu adalah keputusan Zahra. Tapi sekarang Zahra malah dekat dengan lelaki lain.

“Dev, bilangin gue balik duluan ya sama Zahra.” Ujar Iel pada Deva.

“Yaudah, hati-hati bro!” Pesan Deva.

      Gabriel hanya tersenyum menanggapi itu. Berbeda dengan Deva yang jijik melihat adegan pedekate antara Gabriel dan Zahra. Motor yang ditumpangi oleh Gabriel dan Zahrapun segera melesat meninggalkan halaman rumah Zevana.

“Kita mau kemana?” Tanya Iel.

“Kita ke rumah temen gue ya, namanya Shilla, ntar gue tunjukin jalannya.” Jelas Zahra.

      Gabriel hanya mengangguk. Karna jalanan sangat sepi, mereka tidak butuh waktu lama untuk sampai ke rumah Shilla. Sekitar pukul 7.20 malam mereka sudah sampai di rumah Shilla.

       Sesampainya di rumah Shilla, Zahra langsung mengetuk pintu rumah Shilla.

“Lo ikut masuk aja, dia baik ko dan welcome juga.” Usul Zahra.

       Gabriel hanya mengangguk saja.

       Tak lama kemudian, Mama Shilla keluar menemui tamunya.

“Malemmm Ma Shilllaaaaa.” Ujar Zahra sambil tersenyum.

“Malem sayang, ada apa?” Tanya Mama Shilla lembut.

“Biasa tante, aku mau ikut nunggu di jemput kakek ya disini.” Pinta Zahra.

“Oh yaudah ayo masuk.” Ajak mama Shilla.

      Mama Shilla langsung menuju kamar Shilla, sedangkan Zahra dan Iel menunggu di ruang tamu.

“Shill, bangun.... Ada Zahra tuh.” Ujar mama Shilla sambil membangunkan Shilla.

“Duh, ma, tu anak ga kurang malem apa kesininya? Aku ngantuk mah. Bilang aja udah tidur.” Jawab Shilla malas. Shilla memang paling tidak suka diganggu saat sedang tidur.

“Ga boleh gitu. Dia bawa cowo tuh. Mama males temeninnya. Bangun aja bentar.”

“Yaudah iyaiya.” Dengan malas akhirnya Shilla bangun dan langsung menuju ke bawah menemui Zahra.

        Sesampainya di ruang tamu....

“Lo ga kira-kira ya, gue udah tidur dan mau mimpi lo malah datang. Ganggu banget lo mah.” Keluh Shilla.

“Yaampun Shill, kan ga tiap hari juga. Lagian lo kebo banget jam segini udah tidur, biasanya aja lo insom.” Jelas Zahra.

“Gue lagi stress, makannya mending tidur.” Ketus Shilla.

“Serah deh. Oh iya kenalin ini Gabriel.” Zahrapun memperkenalkan Gabriel pada Shilla.

“Gue Shilla.” Balas Shilla cuek. Gabriel hanya tersenyum melihat kelakuan 2 gadis  dihadapannya ini.

“Udah deh, tujuan lo ngapain malem-malem gini ke rumah gue?” Tanya Shilla.

“Biasa hehehhe nunggu si kake jemput.” Jawab Zahra nyengir.

“Serah lo deh, gapake lama ya, gue ngantuk sumpah.” Keukeuh Shilla.

       Selama menunggu kakeknya Zahra menjemputnya, mereka bertiga hanya bercerita dan bercanda bersama. Shilla dan Gabriel pun sangat cepat sekali deketnya. Mungkin karena Shilla termasuk orang yang gampang bergaul. Dan Gabrielpun nampaknya senang berteman dengan Shilla.

     Setelah kakek Zahra menjemputnya, Gabriel pun berpamitan untuk pulang. Dan akhirnya Shilla bisa melanjutkan mimpinya lagi.


=======


        Hari ini di sekolah keadaannya masih sama seperti kemarin bagi Shilla. Angel pasti selalu mengajak Shilla menemaninya. Tapi Shilla tetap tidak mau. Dan sialnya hari ini, dewi fortuna tidak berpihak padanya. Saat akan pulang, hujan malah turun sangat deras. Ini merupakan kesempatan besar buat Angel menjalankan rencananya.

“Arghhh kenapa harus hujan sih?!” Gerutu Shilla.

       Sedari tadi Shilla terus mondar-mandir dari kelasnya ke kelas Ify. Sivia sudah pulang duluan karena ada tugas kelompok yang harus diselesaikan di rumah temannya. Sedangkan Ify, dia juga sama sedang menyelesaikan tugas kelompok, tapi mereka mengerjakannya di sekolah.

Di kelas Shilla lagi ada rapat kecil(?)

“Ini kayanya waktu yang pas deh, Kka. Udah sekarang aja yu!” Ajak Carvin.

“Iya nih Kka, ayolah kapan lagi? Kesempatan ga datang dua kali.” Jelas Ray.

“Ayooo Kka!!!” Ajak Angel.

“Gue bantuin panggil Doinya yaa hahaha.” Ujar Ozy.

“Kalian tunggu ya!” pesan Riko.

“Ayo Zy!” Ajak Riko.

Riko dan Ozypun menuju ke kelas Ify...











TBC




Kira-kira siapa sih yang mau ditembak sama Cakka?









HAHAHAHHAHAHHA canda deng, ngga Tbc ko, ini masih lanjut yaaa....








Sesampainya di depan kelas Ify...


“Fy, gue boleh pinjem dulu Shilla bentar?” Tanya Riko hati-hati.

“Ya silahkan aja kalau Shillanya mau.” Ketus Ify.

Belum Riko menanya, Shilla sudah bertanya duluan.

“Ada apa?” Tanya Shilla dingin.

“Temen gue pengen ngomong sama lo.” Jawab Ozy.

“Temen lo yang mana? Yang mau ngomong temen lo kan? Kenapa lo yang nyamperin gue?  Suruh aja temen lo yang samperin gue.” Omel Shilla.

        Riko dan Ozy hanya tarik napas saja melihat kelakuan gadis yang satu ini. Ternyata ada seseorang yang menguping pembicaraan mereka. Dia memberi kode pada Cakka dan temannya yang ada di kelas agar menyusul Ozy dan Riko. Karna dia sudah tau kalau akan jadi seperti ini.

     Shilla masih saja asik memainkan Iphonenya, hingga tidak sadar sudah ada seseorang yang berdiri di depannya. Dan semua penghuni kelas ini langsung pada hilang entah kemana.

“Ngapain lo disini? Yang lainnya mana?” Tanya Shilla jutek.

“Ada yang mau gue omongin sama lo. Ada diluar tuh.” Jawab Cakka.

“Gue pengen Ify dan Angel ada disini.” Pinta Shilla.

     Cakka hanya pasrah saja, dia mengikuti kemauan Shilla. Sehingga, Angel dan Ify ikut masuk.

“Yaudah ngomong cepet.” Perintah Shilla.

Sabarrr Kka, lo harus sabar, selangkah lagi ini cewe bakal jadi milik lo.” Batin Cakka.

“Shill, gue tau ini terlalu cepet buat lo. Dan semua keputusan yang bakal lo asih juga bakal gue terima ko. Shill gatau kenapa, gue pengen banget lo jadi milik gue. Gue pengen lo selalu hiasi hari-hari gue. Gue suka sama lo entah sejak kapan. Dan gue pengen selalu ngelindungin lo, pengen selalu ada di deket lo. Gue ga maksa lo bales perasaan gue. Gue juga ga maksa lo buat jawab sekarang. Tapi Shill, Lo mau ga jadi pacar gue?” Ungkap Cakka panjang lebar namun tulus.





DEGHHHHHHHH






       Jantung Shilla berdebar tak karuan. Benarkan apa yang dia takutkan? Kejadian inilah yang selalu membayan-bayangi dia beberapa hari ini, dan kejadian ini yang selalu ia hindari. Hingga akhirnya kejadian ini terjadi juga. Shilla hanya diam tak berkutik sedikitpun. Ify yang tau Shilla langsung merangkul dan membisiki sesuatu.

“Gue tau ko lo lagi deket lagi sama Raka, Gue juga tau lo masih belum sepenuhnya bisa lupain Raka dan mungkin lo berharap balik sama dia. Karna gue juga tau hubungan lo sama Raka tuh ga bisa di pisahin. Setiap kalian ada masalah, kalian pasti saling cerita. Kalau kalian berantem pasti selalu maafan. Walau Raka bikin luka yang dalam di hati lo, gue tau, jauh di dalam lubuk hati lo, lo masih menginginkan Raka menjadi orang special lagi di hidup lo. Tapi untuk Cakka gue belum bisa kasih lo saran, gue belum tau dia. Jadi keputusan ini ada di tangan lo, Shill, pilih sesuai yang hati lo mau. Dan gunakan juga otak buat mempertimbangkan keputusan hati lo.” Jelas Ify panjang lebar.

        Shilla hanya diam mendengar penjelasan Ify. Darimana dia tau kalau dirinya sedang dilema seperti ini. Setelah Ify, Angelpun membisikkan sesuatu.

“Gaada salahnya kan Shill membuka hati lo buat orang yang baru. Siapa tau dengan Cakka lo bisa lupa sama Raka. Lo coba aja dulu, dalam waktu 2 minggu lo belum bisa sayang sama Cakka, baru lo putusin dia dan jelasin sama dia. Tapi keputusan ada di tangan lo.” Ujar Angel.

Gue emang sayang sama Raka, dan sampai saat ini rasa sayang itu masih ada. Tapi gue gatau sayang sebagai apa sama Raka. Apa gue harus terima Cakka?” Batin Shilla mulai berdebat.

“Gimana Shill?” Tanya Cakka.

“Kka gue gatau, gue belum punya perasaan apa-apa sama lo, tapi gue akan coba kasih lo kesempatan, kita jalanin dulu aja ya, Kka.” Jawab Shilla jujur.

“Iya gue ngerti ko Shill. Ngga apa-apa, yang penting lo udah kasih gue kesempatan, jadi sekarang kita pacaran ya Shill?”

“Maaf ya Kka. Iya.” Jawab Shilla sambil tersenyum.

      Angel dan Ify pun saling bertatapan dan tersenyum. Namun, ada hal ganjil di hati Ify, dia takut kalau sahabatnya justru akan tersiksa bila berpacaran dengan Cakka. Ify hanya takut sahabatnya disakiti lagi.

      Setelah proses pernyataan cinta Cakka pada Shilla selesai, merekapun segera pulang ke rumah masing-masing karena hujan sudah mulai reda dan hari semakin sore.






TBC






Gimana part 3nya? Seru gaaaaa?

Duh Ify takut tuh, apa itu bakal benar terjadi?

Duh Shilla maunya sama siapa sih hatinya?

Tunggu part selanjutnya yaaaa;;)

Buat yang punya saran dan kritik atau mau req couple atau mau masuk cerbungku, kalian bisa hubungi aku lewat twitter yaaa--à @AlnasyaSIrena aku tunggu yaa guyssss;;)


Sampai bertemu di part selanjutnyaaaa;;)

Hallo, Apa Kabar?

 Sudah sejak lama dari terakhir aku menulis disini. Padahal setiap hari, aku selalu menulis dalam sepi. Apa kabar kalian? Aku harap kalian s...