Thursday, 13 February 2014

Ada Jenuh yang Ku Rasa Saat Engkau Kembali

     Setelah kini kau kembali. Kembali menjadi bagian dalam hidupku. Semua mendadak menjadi asing. Berbeda. Aku, mungkin termasuk orang yang bodoh. Yang rela memberikan kesempatan kedua pada orang yang sudah jelas-jelas menyakitiku dan menyia-nyiakanku. Namun, ku kira semua akan berubah menjadi lebih baik..... tapi ternyata aku salah! Dia mungkin berubah dalam hal perhatiannya padaku. Tapi tidak dengan sifatnya! Dia. Dia tetaplah dia yang dulu. Seorang lelaki yang egois, keras kepala, dan juga seorang yang selalu menggoreskan luka di hati ini.
  Dan kali ini, kau selalu menyalahkanku ini itu! Selalu mencari-cari kesalahanku! Sehingga setiap hari pekerjaan kita hanyalah bertengkar, bertengkar, dan bertengkar. Aku mengerti, mungkin ini merupakan caramu untuk menjagaku, menjagaku supaya kau tidak kehilanganku untuk kedua kalinya. Tapi caramu ini terlalu berlebihan,Sayang... Membuatku meras jenuh. Rasa takutmu terlalu berlebihan terhadapku, sehingga rasa takut itu menguasai hati dan semua pikiranmu.! Dan aku? Aku tidak bisa merasakan kebebasan yang seharusnya layak aku dapatkan. Sekarang, aku bagaikan seorang tahanan yang ada di dalam jerujimu. Aku harus selalu mengikuti semua aturanmu. Aturan yang jika tidak ku lakukan, aku akan dihakimi olehmu. Kau begitu mengekangku. Melarang aku ini itu. Setiap kesalahan kecil yang aku lakukan kau langsung memakiku, meluapkan segala emosimu padaku. Sedangkanku? Mau kau melakukan kesalahan apapun yang kau lakukan padaku, aku tak pernah sampai begitu. Dan jika telah begitu, aku hanya bisa diam, memendam apa yang sebenarnya aku rasakan. Mencoba menipu semua orang hanya dengan satu senyuman palsu. Aku ini hanya manusia biasa, aku bukan narapidanamu yang bisa kau hakimi semaumu. Dan kau bukan pula hakimku, yang bisa menghakimiku seenaknya, semaumu, tanpa kau pikirkan perasaanku.
     Tolong, jangan perlakukan aku seperti ini. Aku juga seorang wanita yang butuh akan kebebasan. Kau boleh takut kehilanganku, tapi jika kau percaya padaku, rasa takutmu itu tidak akan mungkin menjadi realita. Karena aku, akan tetap setia disini bersamamu...

Hallo, Apa Kabar?

 Sudah sejak lama dari terakhir aku menulis disini. Padahal setiap hari, aku selalu menulis dalam sepi. Apa kabar kalian? Aku harap kalian s...