Ketika semuanya telah berakhir. Dan akupun telah melangkah maju untuk memulai semuanya lagi. Kau malah datang kembali. Seolah-olah kau ingin semuanya seperti dulu lagi. Mencegahku saat aku ingin melangkahkan kaki ini. Apa kau sadar? Hati ini selalu kau permainkan layaknya sebuah permainan.
Dulu, Kebaradaanku selalu kau abaikan. Tak pernah kau gubris. Dan tak pernah dianggap penting. Namun, saat aku memilih untuk pergi, kau malah baru sadar akan semua itu. Keberadaanku yang selama ini kau abaikan baru kau sadari setelah kau merasakan ketidak hadiranku dalam hidupmu. Kepedulianku yang selama ini kau acuhkan dan tak kau gubris, baru terasa saat aaku telah pergi. Dan kini kau kembali...
Kau kembali, kembali lagi dan mencoba masuk lagi dalam sela-sela hidupku. Mencari-cari ruang kosong dalam hati ini untuk dapat kau singgahi lagi. Dan semua ini membuat aku bimbang. Tak tau harus melangkah kemana. Karena kau menahanku untuk pergi saat aku sudah benar-benar belajar untuk pergi.
Hey, kau harus tau. Ini hati bukan layanganmu! Yang bisa kau tarik ulur sesukamu. Kapanpun kau mau. Tolong pahamilah perasaan ini. Jika kau ingin menarikku, tariklah aku dan jangan kau lepas lagi, jangan sakiti lagi hati ini hingga aku menjatuhkan air mata lagi. Namun, jika kau mengulurku, lebih baik lepaskan saja aku. Biarkan aku terbang dan mencari orang yang ingin menarikku, menerimaku. Aku mohon.... Jangan tarik ulur terus aku dan hati ini. Karena sakitnya akan semakin sakit. Dan lukanya? Sudah pasti akan semakin berdarah. Kau harus tau itu!
Kau baru sadar saat aku telah pergi. Saat keberadaanku telah tiada. Saat kepedulianku sudah tidak mengganggumu lagi. Dan ini adalah sebuah penyesalan mungkin bagimu. Ada satu kesimpulan yang dapat ku ambil dari semua ini yaitu "Penyesalan itu memang selalu datang ketika orang itu telah merasakan apa itu 'kehilangan'". Dan mungkin itu sedang kamu alami saat ini. Hanya ada satu pintaku saat ini. "Tolong jangan kau permainkan hati ini secara terus-menerus. Apa kau tidak lelah? Aku saja sudah benar-benar lelah. Jika kau memang ingin kembali padaku, berubahlah. Jangan buatku kecewa untuk yang kedua kalinya. Tapi jika ini hanya karenamu kesepian, belum terbiasa karena tidak hadirnya aku dihidupmu, lepaskanlah aku. Biarkan aku menemukan kebahagiaan baruku untuk esok hari....
