Monday, 20 October 2014

Masih Ada


          Tak terasa sudah berbulan-bulan ku lalui tanpa dirimu lagi disini. Ya, semua telah berakhir. Semua sudah tak sama lagi. Yang tersisa kini hanyalah kenangan-kenangan saat masih bersamamu. Kepergianku saat itu bukan semata-mata karna aku tak sayang lagi padamu atau bahkan sudah ada penggantimu tapi karena itu memang waktu yang tepat untuk aku pergi. Semua yang kulakukan sudah terasa percuma. Sakit yang ada telah mengalahkan semua. Karena kau pun tak kunjung berubah, kau masih menjadi orang yang sama, orang yang sering membuat tangisan di wajah ini.

          Namun, bulan demi bulan yang kulalui, hari demi hari yang kulewati, masih belum bisa membiasakannya tanpamu. Seakan-akan sosokmu itu masih ada disini. Bahkan terkadang rindu yang tiba-tiba datang dan membuatku tak bisa berbuat apa-apa dan seakan aku hanya ingin kembali bersamamu. Aku selalu berusaha melupakanmu, membuang semua hal yang berhubungan denganmu tapi... Bagaimana mungkin aku bisa melupakan semua itu begitu cepat? Setelah banyak hal yang kita lalui bersama. Berapa banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari kebersamaan kita? Hati ini memang tak bisa dibohongi. Saat ini, itu semua menjadi hal-hal kecil yang sulit sekali untuk dilupakan. Saat hati memaksa otak untuk melupakan namun otak malah menyimpannya, dan membuat semua itu semakin melekat dalam memori dan ingatanku. Ini mungkin karena otak tau bahwa hati masih ingin menyimpannya dan justru tak ingin melupakannya.


           Kini, perasaan kita mungkin tak lagi sama. Kini, kita sudah mempunyai jalan masing-masing. Aku bahagia menjalani kehidupanku yang baru dan kau juga sama seperti itu. Namun, semua hal tentangmu dari yang kecil hingga yang besar masih tersimpan baik di dalam otakku. Dari mulai tingkahmu, kebiasaanmu, gayamu bahkan wangi parfum yang kau pakaipun aku masing sangat mengingatnya. Bagaimana tidak, kita telah melintasi perjalanan waktu yang tidak sebentar. Semua kita lalui bersama walau rasa jenuh itu selalu ada. Hingga menimbulkan pertengkaran-pertengkaran kecil hingga besar. Tapi itu semua bisa kita lalui bersama, meski terkadang rasa lelah membuat kita ingin menyerah saat menyelesaikan itu semua. Kita selalu berhasil menyelesaikannya, kita selalu berhasil menghilangkan rasa lelah yang kita rasakan,  dan mengusir rasa jenuh yang ada. Hingga hubungan yang semula sudah berada di ambang perpisahan bisa kembali baik-baik saja.

        Kau termasuk pria yang romantis yang pernah ku kenal dan membuatku nyaman dalam waktu yang singkat saat bersamamu tapi kau juga sering membuat hati ini sakit dan mata ini menangis. Sehingga rasa nyaman itu terkalahkan oleh rasa sakit yang ku pendam. Karna semua sakit dan tangisan yang disebabkan olehmu selalu ku tanggung sendiri, selalu ku sembuhkan sendiri tanpa ada bantuan darimu sedikitpun. Seolah-olah kau tak peduli dengan apa yang aku rasakan. Itu adalah salah satu alasan mengapa aku harus pergi. Sabarku telah habis dalam menghadapi semua kelakuanmu.

          Mungkin saat ini, aku sedang merasakan kerinduan terhadap hal-hal itu, tapi apa daya aku hanya bisa mengenangnya tidak untuk mengulanginya. Karena bagaimanapun kau hanyalah seseorang yang ada di masa laluku, yang pernah mengukir kenangan dan memberi pengalaman padaku tentang sebuah pengorbanan..

No comments:

Post a Comment

Hallo, Apa Kabar?

 Sudah sejak lama dari terakhir aku menulis disini. Padahal setiap hari, aku selalu menulis dalam sepi. Apa kabar kalian? Aku harap kalian s...