Hey, kamu..
Iya kamu orang yang sudah membuat hati ini luluh... Sampai kapan aku harus sabar dan bertahan dalam sikapmu ini?! Aku yang bodoh apa kau? Kau selalu membuat luka di hati ini, menjadi alasan di setiap tetes air mata ini. Tapi mengapa aku tetap bertahan disini setelah apa yang kau perbuat pada hati ini? Aku selalu saja memaafkanmu, memaafkan segala kesalahanmu. Walaupun aku tau kesalahan itu akan kau ulangi lagi dan lagi, tapi mengapa aku masih memaafkannya?
Ada rasa sakit yang sulit dijelaskan dalam hati ini,
Ada luka yang berdarah setiap kau melakukan kesalahan padaku, dan akhirnya luka itu bukan sembuh melainkan bertambah parah. Sial! disini memang aku yang bodoh! Sudah jelas-jelas aku selalu dibuat sakit olehmu, tapi aku masih saja bertahan. Sempat terbesit rasa ingin pergi meninggalkan semua ini. Namun, apa daya? Lagi-lagi kau menggagalkan rencanaku!
Dalam gelapnya malam aku merenung, hanya ditemani oleh cahaya rembulan. Dalam sunyinya malam aku merintih, berkeluh kesah tentang perasaan ini, tentang luka ini, tentang sakit ini.
Kadang, di setiap malam kulalui dengan air mata. Air mata yang tumpah karena sakit yang tak tertahankan lagi. Merasakan dan melalui semuanya sendiri.
Rasa sakit dan kecewa di hati ini cukup aku yang tau, cukup aku yang merasakan. Kuhadapi semuanya dengan tersenyum, walau hati ini sebenarnya sudah tak mampu untuk tersenyum. Tersenyum menutupi segala yang kurasakan, dan tak boleh ada seorangpun yang tau bahwa hati ini tengah terluka dan kecewa...
No comments:
Post a Comment